Lapas Perempuan Kerobokan Resmikan Posyandu Ibu dan Balita Pertama di Bali

Ket foto: Peresmian Posyandu Ibu dan Balita berdikari, di Lapas Kerobokan, pada Jumat (30/8/2024). (Sumber :BB/Rian)

Denpasar | barometerbali – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kerobokan di Kabupaten Badung, Bali, baru saja meresmikan Posyandu Ibu dan Balita Berdikari, yang merupakan layanan kesehatan pertama di Bali yang dihadirkan di lingkungan lapas. 

Peresmian ini dilakukan oleh Anna Reinhard Silitonga, Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) dan Duta Anti Stunting Pemasyarakatan, pada Jumat (30/8/2024).

Posyandu di Lapas Perempuan Kerobokan ini mengikuti jejak Lapas Perempuan Bandung, Semarang, dan Tangerang, yang sebelumnya sudah memiliki layanan serupa. Kini, layanan kesehatan di dalam lapas ini meliputi imunisasi, penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemberian makanan tambahan, serta pelayanan kesehatan lainnya yang selama ini dilakukan di Puskesmas Kuta Utara.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Gelar Bulan Kapsul Vitamin A Terintegrasi POPM Cacingan, Sasar Lebih dari 20 Ribu Bayi dan Balita

Kepala Lapas Perempuan Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menjelaskan bahwa layanan kesehatan di Posyandu ini dilakukan setiap hari dengan dukungan tenaga kesehatan yang terdiri dari satu dokter, satu perawat, dan satu tenaga kesehatan tambahan dari Puskesmas Kuta Utara.

 “Kami sangat terbuka untuk melayani masyarakat sekitar. Waktu pelayanan kesehatan dilakukan setiap hari, dan jika ada kebutuhan melahirkan, ibu akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Berita Terkait:  Bawa Santai! Jangan Mati Gaya, Lakukan Kegiatan Seru Ini saat Liburan Nyepi di Bali

Andiyani juga menambahkan bahwa meskipun saat ini tidak ada warga binaan yang sedang hamil, terdapat lima anak dengan usia maksimal tiga tahun yang tinggal bersama ibu mereka di lapas.

“Untuk anak-anak tersebut, lapas menyediakan fasilitas khusus guna mengantisipasi stunting,” pungkasnya. 

Lebih lanjut, Dia mengatakan Lapas Perempuan Kerobokan saat ini menampung 243 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal yang hanya 120 orang. Dari lima anak yang berada di lapas, dua di antaranya adalah laki-laki dan tiga perempuan. Mereka diperbolehkan tinggal bersama ibu mereka selama masa tahanan dengan ketentuan tertentu.

Berita Terkait:  Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan, Lapas Kerobokan Gandeng Lembaga Sosial

Lapas ini juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Badung dan Dinas Kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan di lapas.

Reporter: Rian Ngari

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI