Batal Rafting, Malah Tertimbun Longsor

IMG-20211125-WA0155
Tim SAR Gabungan mencari para korban yang masih tertimbun

Gianyar | barometerbali – Akibat hujan lebat yang terjadi di wilayah Gianyar mengakibatkan terjadinya musibah tanah longsor di Br. Begawan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar pada Kamis siang (25/11/2021) sekitar pukul 14.00 Wita.

Akibat peristiwa ini enam wisatawan menjadi korban. Tiga orang dilaporkan selamat, dua orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian.

Dalam keterangannya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada, S.E.,M.A.P mengungkapkan bahwa Basarnas Bali menerima laporan kejadian dari Andi, salah satu keluarga korban yang berada di lokasi.

Berita Terkait:  Wabup Tjok Surya Tinjau Pohon Beringin Roboh di Desa Getakan, Yang Akibatkan Akses Jalan Terputus

“Benar kami terima laporan sekitar pukul 14.55 Wita bahwa ada korban tertimpa tanah longsor di Desa Kedewatan Gianyar,” jelas Darmada.

Dari ke enam korban, empat orang merupakan satu keluarga yaitu Martin Indrawijaya, laki-laki (42) suami (selamat), Finna Lianty, perempuan (38) istri (selamat), Julius Hans Wijaya, laki-laki (10) anak (meninggal), Marvel Sanjaya, laki-laki (8) anak (dalam pencarian) semua korban beralamat dari Tangerang, Banten.

Dua orang korban lainnya merupakan seorang WNI atas nama Nuryanti, perempuan (36) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan seorang WNA asal Swedia atas nama Cleas Henry Jinback, laki-laki (55) dilaporkan selamat.

Berita Terkait:  Aksi Balap Liar Picu Kecelakaan, 5 Orang Alami Luka-Luka

Seluruh korban yang selamat dan meninggal dunia dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Umum Payangan Gianyar.

Dari informasi yang dihimpun, longsor terjadi ketika korban bermaksud melakukan aktivitas rafting ke bawah dengan menuruni ratusan anak tangga. Namun ketika sampai di dekat sungai, airnya terlibat sangat besar dan berbahaya untuk rafting. Akhirnya mereka batal rafting dan berencana kembali naik ke tempat semula. Nah pada saat itulah tiba-tiba tanah di atasnya longsor dan menimbun sebagian besar dari mereka. Banyaknya material longsor mengakibatkan korban sulit untuk menghindar.

Berita Terkait:  Balita Hilang di Pasuruan Ditemukan tak Bernyawa, Diduga Terperosok ke Gorong-gorong

Pencarian lanjutan terhadap satu orang yang masih dinyatakan hilang akan dilanjutkan esok hari. “Kondisi tidak memungkinkan melanjutkan pencarian malam ini, mengingat jarak pandang dan lokasi longsoran yang masih labil dan besok pagi baru kami kembali lakukan pencarian,” tutup Darmada.

Beberapa unsur SAR Gabungan yang ikut terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan diantaranya Basarnas Bali, Dit SAR Sabhara Polda Bali, Polsek Payangan, BPBD Kabupaten Gianyar, TRC Gianyar, PMI Gianyar, Tim Medis RSU Payangan dan masyarakat setempat. (BB/501/krs)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI