Ket foto: Kebakaran terjadi di lereng barat daya Gunung Agung. (Sumber : BB/Rian)
Denpasar I barometerbali – Kebakaran terjadi di lereng barat daya Gunung Agung, tepatnya pada ketinggian 2.300 mdpl, sekitar 4-5 kilometer dari Pura Pengubengan dan pemukiman, pada 13 Oktober 2024.
Dugaan awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh percikan api di semak yang kering, dipacu oleh angin kencang.
Tim penanggulangan kebakaran segera melakukan upaya untuk mencegah api menyebar ke pemukiman warga.
“Kami berusaha maksimal agar api tidak menjalar ke pemukiman,” ungkap Kepala BPBD Prov Bali, I Made Rentin.
Api terlihat jelas dari Pura Penataran Agung Besakih, dan foto-foto situasi terkini telah dibagikan oleh relawan di lokasi. BPBD Provinsi Bali terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PVMBG, Tim DKLH, Babinsa, Babinkamtibmas, relawan, dan masyarakat setempat untuk mengatasi situasi ini.
Berdasarkan update terbaru hingga siang ini, tidak ada lagi titik api yang terlihat.
“Hanya asap tipis yang muncul dari beberapa pohon yang sudah terbakar,” jelas Rentin.
Laporan dari relawan di Besakih menyebutkan bahwa semak yang terbakar hampir habis, sehingga potensi munculnya api baru sangat kecil.
Tim gabungan tetap melaksanakan pemantauan di area sekitar pura dan pemukiman. Aktivitas pendakian ke Gunung Agung telah ditutup resmi sejak 1 Oktober 2024, sehubungan dengan rangkaian Piodalan di Pura Pasar Agung Besakih.
Rentin juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











