Sepasang Remaja Digrebek di Toilet, UPTD PPA Jembrana Bilang Begini

Foto: Kepala UPTD PPA Kabupaten Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi. (barometerbali/217)

Jembrana | barometerbali – Kenakalan remaja akan sangat berdampak bagi remaja itu sendiri. Pelaku kenakalan remaja akan merasakan paling banyak kerugian akibat ulahnya sendiri. Tidak hanya itu dampak negative juga akan dirasakan oleh para orang tua/ keluarga dan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD PPA Kabupaten Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, menanggapi beredarnya video sepasang remaja yang diamankan anggota Satpol PP disebuah toilet umum beberapa hari lalu. Di mana kejadian tersebut menjadi topik hangat dan mendapat perhatian masyarakat.

Berita Terkait:  Perbaikan Tower dan Jaringan Transmisi Rampung, Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung, PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

Ditambahkannya kenakalan remaja saat ini bukan sepenuhnya salah orang tua, melainkan kesalahan dari individu itu sendiri. Bila kenakalan remaja ini dilakukan oleh anak dibawah umur dan hingga menyebabkan kehamilan diluar nikah. Hal tersebut pastinya akan berdampak kepada pendidikan dari remaja itu sendiri.

“Itu harusnya kalau bisa sih dipirkan dahulu dampaknya, pertama masa depannya, kelanjutan pendidikan,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media di kantornya, Selasa (29/10/2024).

Selain itu, kata Sri Utami, kenakalan remaja khususnya yang mengarah ke prilaku seks bebas memiliki risiko yang sangat tinggi, terutama untuk remaja perempuan itu sendiri bisa berujung ke kehamilan. Kehamilan pada usia muda atau remaja antara lain berisiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), perdarahan persalinan, yang dapat menyebabkan resiko kematian ibu dan bayi.

Berita Terkait:  Penemuan Jenazah Bule di Bawah Gorong-Gorong di Tibubeneng

“Resiko sangat tinggi, mulai dari anaknya nanti stunting, asupan gizi juga tidak tahu. Selain itu juga berisiko mengalami pendarahan saat masih hamil maupun saat melakukan persalinan,” ungkapnya.

Kenakalan remaja yang berujung menikah dini juga memiliki resiko besar akan perceraian, lantaran psikologis yang masih sangat labil. Mengingat, usia muda belum mempuni untuk melakukan tanggungjawab secara ekonomi, sehingga berpengaruh terhadap nasib pernikahannya.

Berita Terkait:  Krisis Air Membuat Warga Ubah Lahan Pertanian ke Unit Usaha di DTW Jatiluwih 

“Mereka kan masih kecil, kemudian tanggungjawab belum punya. walaupun mereka mau bekerja, kan sudah jelas tidak akan memungkinkan. Kondisi seperti ini akan rentan terhadap keutuhan rumah tangganya,” terang Sri Utami.

Untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, pihaknya berharap orang tua dapat memantau anaknya saat sedang berada diluar rumah. Mengingat saat ini, banyak alasan-alasan remaja agar diizinkan keluar rumah oleh orang tuanya. Seperti belajar kelompok,menginap ke rumah temen maupun beralasan untuk sebatas bermain. (217)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI