Mulia PAS tak Hadiri Dialog Mahasiswa Undiknas

Foto: Poster Dialog Kebangsaan Undiknas beserta Surat Pembatalan acara tersebut. (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) terpaksa membatalkan Dialog Kebangsaan yang semula dijadwalkan menghadirkan dua pasangan calon gubernur Bali, setelah Mulia-Pas dari Paslon 01 dikonfirmasi tidak dapat hadir. 

Pembatalan yang diumumkan secara resmi melalui surat nomor 1088/II-4/UND/XI/2024 pada 13 November 2024 ini mengundang kekecewaan dan kritik dari masyarakat Bali yang berharap bisa mendapatkan wawasan lebih mengenai visi kebangsaan kedua kandidat.

“Demi menjaga netralitas kampus sebagai institusi yang independen, kami memutuskan untuk membatalkan Dialog Kebangsaan ini. Kami menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini,” tulis Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, dalam surat pembatalan, Kamis (14/11/2024).

Berita Terkait:  Jelang Penutupan TPA Suwung, Sampah Denpasar dan Badung Dialihkan ke TPA Bangli

Menurutnya, pembatalan dilakukan setelah salah satu pasangan calon, yakni Mulia-Pas, menyatakan ketidakhadirannya, sehingga acara dianggap tidak akan mencerminkan keseimbangan.

Publik mempertanyakan keputusan Mulia-Pas yang tidak hadir dalam agenda penting ini, mengingat Dialog Kebangsaan merupakan kesempatan emas bagi para calon untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai isu-isu fundamental di Bali, terutama terkait kebangsaan dan pembangunan berkelanjutan. 

Berita Terkait:  Peringati Hari Ibu Nasional, Bunda Rai Hadiri Pengukuhan Forum Anak Daerah dan Aksi Sosial  

“Kami kecewa. Sebagai pemilih, ini adalah kesempatan kami untuk melihat bagaimana kedua paslon merespons isu-isu strategis, terutama terkait kebangsaan,” ujarnya.

Banyak pihak menyayangkan keputusan Undiknas yang memilih membatalkan acara, alih-alih tetap menggelarnya dengan hanya menghadirkan Paslon 02, Koster-Giri. 

Pasalnya, ketidakhadiran Mulia-Pas dinilai semakin memperkuat persepsi negatif mengenai komitmen mereka terhadap dialog publik. 

“Ketidakhadiran Mulia-Pas justru merugikan mereka sendiri. Ini bisa mengurangi kepercayaan publik, karena terlihat seperti menghindari kesempatan berdialog langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Kondisi ini juga menimbulkan spekulasi bahwa Mulia-Pas sengaja menghindari dialog karena kurang siap menghadapi perdebatan terkait program-program yang ditawarkan. 

Berita Terkait:  Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Budaya Bersih dari Sumber melalui Teba Modern

Publik, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, berharap agar Mulia-Pas menunjukkan komitmen lebih besar dalam menghadiri forum-forum serupa di masa mendatang, karena absennya mereka hanya akan memperburuk persepsi dan mengurangi kepercayaan pemilih.

Pembatalan ini menjadi tanda tanya besar menjelang pemilihan yang semakin dekat. Publik berharap ada kesempatan lain dimana kedua paslon dapat kembali dihadirkan dalam forum terbuka, agar masyarakat dapat menilai secara objektif berdasarkan pemaparan langsung visi dan program masing-masing calon.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI