Alasan De Gadjah Gunakan Helikopter di Tengah Padatnya Jadwal Kampanye

Foto: Calon Gubernur Bali nomor urut 01, Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat menggunakan fasilitas helikopter untuk mobilitasnya saat kampanye. (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Calon Gubernur Bali nomor urut 01, Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengungkapkan alasan penggunaan fasilitas helikopter untuk mobilitasnya saat kampanye.

Menurutnya, penggunaan helikopter bukanlah untuk keperluan pamer pencitraan atau kemewahan, melainkan untuk mempercepat mobilitas dan efisiensi waktu untuk menjangkau beberapa titik kunjungan dalam waktu yang terbatas.

Jadwal yang sangat padat dan banyaknya agenda yang harus dipenuhi di beberapa lokasi yang berjauhan membuatnya untuk memutuskan menggunakan fasilitas yang diberikan Ketua Umum Gerindra yang juga Presiden RI, Prabowo Subianto.

Berita Terkait:  Bawa Sajam dan Konsumsi Miras di Area Publik, Dua Pria Ini Berhasil Diringkus Polisi

Dalam beberapa kesempatan, seperti yang terjadi di Jembrana, misalnya, di mana ada tiga titik yang harus dikunjungi oleh De Gadjah dalam satu hari, waktu yang sangat terbatas membuatnya untuk mengejar waktu. 

Jadwal yang padat ditambah pendampingnya cawagub Putu Agus Suradnyana dalam kondisi tidak enak badan, mengharuskannya hadir di sejumlah titik yang sudah diagendakan.

Berita Terkait:  Koster Tegaskan BPD Bali Jangan Main-Main Kelola Uang Daerah

“Karena fasilitas sudah disiapin pakailah helikopter tapi untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

“Kami harus melayat ke Tabanan, dan pada jam 5 sore sudah harus berada di Denpasar untuk pertemuan lanjutan. Jarak dan waktu yang sangat terbatas membuat kami harus mencari solusi yang efisien,” lanjutnya.

Meski demikian tidak semua dilakukan lewat udara, setelah mencapai satu titik, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat.

“Coba kalau tiang tidak dibantu dengan helikopter kan ga ketemu masyarakat, telat lagi. Coba saya telat masyarakat menunggu, nunggu, nunggu telat gimana tuh kan malu dong,” tuturnya.

Berita Terkait:  Menteri LH Setujui Permintaan Gubernur Koster, Penutupan TPA Suwung Diundur hingga November 2026

Bukan pencitraan dan kemewahan, De Gadjah menegaskan penggunaan fasilitas ini menunjukkan ia serius untuk mengurus Bali dan tidak diperoleh lewat korupsi.

“Artinya serius untuk mengurus Bali, penggunaan fasilitas itu kan saya tidak memaling, saya tidak korupsi,” sebutnya.

“Tanya balik dong, sono dari mana uang dari mana, hati-hati Pak Prabowo bersih-bersih,” singgungnya.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI