Foto: Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ibu Kota Kabupaten Badung, Mangupura Ke-15, di Ruang Sidang Utama Gosana, DPRD Badung, Sabtu (16/11). (barometerbali/213)
Badung | barometerbali – Pengentasan kemiskinan ekstrem Kabupaten Badung dinilai progresif. Di tahun 2024, ‘Gumi Keris’ ini disebut telah mencapai target nol untuk kemiskinan ekstrem.
“Kabupaten Badung adalah salah satu Kabupaten yang tercepat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim yang ditargetkan 0 di tahun 2024. Tapi kita di Badung bisa mencapai di tahun 2023,” ujar Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam rapat paripurna istimewa persiapan HUT Kota Mangupura, Sabtu (16/11/24).
Ia menyebut, Badung dalam kurun waktu 18 tahun, disematkan sebagai kabupaten dengan angka kemiskinan terendah. “Kecuali tahun 2020, kita terendah kedua hal tersebut karena dari akibat Pandemi Covid-19 itu, artinya jika tidak terjadi pandemi, kita yakin tetap menjadi paling rendah,” ungkapnya.
Hal ini, sambung Suiasa, juga dibarengi dengan penurunan angka pengangguran yang signifikan menjadi 2,7 persen dari yang semula di angka 7 persen saat terdampak pandemi Covid-19.
Secara keseluruhan, Suiasa juga menilai angka pertumbuhan ekonomi di Badung cukup baik. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Badung di tahun 2023 mencapai 11,29 persen.
“Angka ini adalah satu angka yang di luar prediksi kita, yang mana kita mengalami keterpurukan yang sangat luar biasa ketika bencana pandemi Covid 19, di mana ekonomi di Badung ini kontraksi cukup tajam dimana sebesar -16,9%,” bebernya.











