Foto: Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan terpilih Made Dirga usai acara pelantikan, menyalami Pengurus SMSI Tabanan yang diketuai I Wayan Ariasa dirangkai launching Kampanye Praktik Baik Literasi Media di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (20/12/2024). (barometerbali/213)
Tabanan | barometerbali – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya sangat mengapresiasi Kampanye Praktik Baik Literasi Media yang dilaksanakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan sembari mengajak semua jajarannya ikut menyukseskan program ini.
“Saya harapkan SMSI masuk ke semua desa dan sekolah di Tabanan. Saya dukung penuh program ini,” ucapnya di Kantor Bupati Tabanan, ketika berlangsungnya acara pelantikan Pengurus SMSI Tabanan, Jumat (20/12/2024).
Saat menggelar kegiatan kampanye literasi media, Bupati Sanjaya berharap SMSI menjadi garda terdepan menyosialisasikan keberhasilan pembangunan di kabupaten Tabanan.
Seperti diketahui, kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua. Terlebih media sosial yang merupakan produk turunannya dinilai sangat berpotensi memberikan dampak negatif dari balik kelebihannya. Prihal tersebut disampaikan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa Sabtu, (21/12/2024) di Tabanan.
Keprihatinan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial menggugah SMSI Kabupaten Tabanan untuk menggelar roadshow Literasi Media dengan tajuk “Kampanye Praktik Baik Literasi Media SMSI Kabupaten Tabanan”.
“Kampanye literasi ini selain menyasar sekolah dari tingkatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi,” ungkap owner media siber suaratabanan.id ini.
Ia juga menambahkan kegiatan ini menyasar seluruh elemen masyarakat, seperti STT, PKK, serta beberapa organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Media sosial sekarang ini sudah menjadi konsumsi semua lapisan masyarakat. Bahkan handphone (hp) dengan fitur medsosnya seakan menjadi kebutuhan utama,” ungkap Ariasa.
Banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa dijadikan contoh, misalnya imbuh Nang Lecir panggilan akrabnya, setiap berkumpul jarang yang betah berinteraksi secara langsung dengan sesamanya.
“Tapi mereka lebih asyik memainkan jari jemarinya di layar hp, ketimbang ngobrol secara langsung dengan teman, istri maupun anaknya,” sentil Ariasa.
Saat ini kata dia, maraknya penggunaan medsos sangat berdampak pada tatanan fundamental sosial kemasyarakatan. Disadari atau tidak masyarakat saat ini banyak yang terjerumus dengan gemerlapnya pergaulan dunia maya.
“Jangan salahkan masyarakat kalau banyak yang terjebak tren dan pola pergaulan ala medsos. Misalnya menipu dan kena tipu, kurang tidur karena keasyikan bermedsos ria, menyebar berita bohong dengan tujuan tertentu, terjadi perundungan dan banyak lagi hal-hal negatif lainnya yang berpotensi muncul di dunia maya dengan berbagai ragam motif dan tujuannya,” bebernya.
Untuk itu, Ariasa mengajak semua elemen masyarakat bijak menggunakan hp atau telepon genggam. Terutama ketika sudah bersentuhan dengan media sosial. Medsos itu baik jika digunakan dengan cara bijak dan cerdas. Tapi medsos akan menjadi neraka jika tidak bisa mengendalikan diri, emosi saat menggunakannya.
“Saya berharap orang tua selalu meluangkan waktu untuk memberikan pendampingan pada putra putrinya di rumah dari sejak dini,” harapnya.
Lebih lanjut Ariasa mengatakan, SMSI selain konsisten melaksanakan program pusat dan daerah, pihaknya juga akan secara konsisten melaksanakan kegiatan berbagi edukasi melalui Kampanye Praktik Baik Literasi Media SMSI Kabupaten Tabanan. (213)
Editor: Ngurah Dibia











