Foto: Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat konferensi pers di Denpasar pada Senin (23/12/2024). (barometerbali/rian)
Denpasar | barometerbali – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali membantah tudingan mengenai penurunan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar, mengingat data partisipasi pemilih masih sama dengan Pilkada 2018.
Lidartawan menjelaskan bahwa KPU Bali telah melakukan sosialisasi secara maksimal melalui berbagai platform media, baik cetak, elektronik, online, maupun media sosial. Ia juga menyebutkan bahwa anggaran untuk sosialisasi Pilkada 2024 mencapai Rp4 miliar.
“Semua sudah kita lakukan, semua upaya kita sudah lakukan sehingga apa yang dituduhkan kepada kami tidak optimal sosialisasi, itu bullshit semua,” cetus Lidartawan saat media gathering di Istana Jepun Denpasar, Senin (23/12/2024).
Lebih lanjut, Lidartawan menegaskan bahwa meskipun tidak ada pemberitahuan atau panggilan khusus untuk memilih, warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) online tetap bisa memilih di TPS terdekat.
“Sepanjang dia ada di DPT online silakan datang memilih dan itu sudah kita layani semua,” tambahnya.
Lidartawan juga memaparkan data partisipasi pemilih per kabupaten/kota di Bali. Ia menyebutkan bahwa rata-rata partisipasi pemilih di kabupaten/kota Bali mencapai lebih dari 70 persen, kecuali Kota Denpasar yang mencatatkan angka partisipasi sebesar 59,55 persen.
DPT Bali pada Pilkada 2024 tercatat sebanyak 3.283.893 pemilih, terdiri dari 1.621.987 laki-laki dan 1.661.906 perempuan. Sebanyak 2.364.475 juta pemilih terdaftar sebagai pengguna hak pilih, ditambah 3.703 pemilih dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Secara keseluruhan, partisipasi pemilih di Bali mencapai 71,92 persen.
Selain itu, data partisipasi pemilih dari kelompok disabilitas juga diungkap. Tercatat DPT disabilitas sebanyak 15.830 orang, dengan rincian 8.623 laki-laki dan 7.207 perempuan. Pengguna hak pilih disabilitas sebanyak 2.759 orang, dengan tingkat partisipasi mencapai 17,43 persen.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











