Rayakan Hari Jadi Ke-40, LPD Launching Buku

Kolase foto: Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., bersama Anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H, saat launching buku Akuntansi LPD yang disusun oleh akademisi FE Unud almarhum Prof. Wayan Ramantha di Auditorium UNHI Denpasar, Senin (23/12/2024). (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Launching buku “Akuntansi LPD” karya akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (FE Unud) alm Prof Dr Wayan Ramantha yang didukung Bank BPD Bali mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang digelar di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, pada Senin (23/12/2024).

Kegiatan ini juga dihadiri Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma, segenap pengurus LPD dan BKS-LPD se-Bali dan pengurus Lembaga Pemberdayaan LPD (LP-LPD) se-Bali.

Saat melaunching buku tersebut, Anggota DPD RI Dapil Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan, LPD memang telah memiliki ukuran akuntansi secara manajerial keuangan akuntansi cemel tetapi kinerja sosial perlu dipertimbangkan.

“Jadi tak hanya cukup dengan CAMEL tetapi juga sosial sehingga CAMEL plus S,” ungkapnya didampingi Ketua BKS-LPD Bali Drs Nyoman Cendikiawan, SH, MSi dan Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma, SH, MH.

Berita Terkait:  Libur Akhir Tahun, Bandara Ngurah Rai Layani 581 Ribu Penumpang dalam Sepekan

Metode CAMEL adalah salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis kesehatan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). CAMEL merupakan singkatan dari Capital, Asset quality, Management, Earnings, dan Liquidity. Metode ini efektif untuk menilai kesehatan LPD karena dapat mengukur kinerja dan mendeteksi masalah yang dapat mengganggu kelancaran operasional.

Rai Mantra tak lupa mengucapkan selamat atas peluncuran buku akuntansi LPD. Buku ini memberi gambaran supaya LPD tidak terombang-ambing lagi dengan sistem akuntansi yang menyebabkan banyak hal yang merugikan. Buku ini pun mampu menjawab tantangan hari ini sampai masa depan.

Di bagian lain, Pj. Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Kadis PMA IGAK Kartika Jaya Saputra menyambut baik tema Catur Purusa Artha dalam HUT ke-40 LPD saat ini. Menurutnya, kejujuran dan hukum tercermin dalam pengelolaan LPD untuk mewujudkan kasukertan desa adat.

Dalam sambutannya Ketua Badan Kerja Sama LPD (BKS-LPD) Provinsi Bali, I Nyoman Cendikiawan, menegaskan pentingnya momen ini untuk mendorong perekonomian krama (masyarakat) Adat Bali.

Berita Terkait:  Nuanu Bawa Musik Elektronik Indonesia ke Panggung Utama di Malam Tahun Baru

Perayaan HUT ke-40 LPD Bali ini yang semestinya jatuh pada 2 November ini, mengangkat tema “Implementasi Catur Purusha Artha 40 Tahun LPD Bali”, yang berakar pada nilai-nilai Dharma, Artha, Kama, dan Moksha. Filosofi ini menjadi dasar pengelolaan LPD sebagai lembaga keuangan adat yang berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat adat Bali.

Dalam sambutannya, Nyoman Cendikiawan mengungkapkan rasa syukur atas kebangkitan ekonomi Bali pascapandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LPD. Hingga Oktober 2024, total aset LPD mencapai Rp33,7 triliun, dengan 8.264 pegawai dan 1.439 unit LPD yang tersebar di seluruh Bali.

“Kami berharap peringatan sederhana ini dapat memberikan motivasi untuk terus mendukung perekonomian krama Adat. Kami berupaya mengedepankan prinsip ‘bersaing dan bersanding’ demi menjaga keberlanjutan,” papar Cendikiawan.

Seiring perkembangan zaman, LPD menghadapi tantangan sekaligus peluang melalui inovasi teknologi. Kolaborasi dengan PT Bank BPD Bali, PT USSI Dewata, dan mitra lainnya menghasilkan layanan modern seperti Core Banking, LPD Mobile, QRIS, dan ATM. Layanan ini kini tersedia hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Berita Terkait:  Buka Pasamuhan Agung MDA Bali, Koster Tegaskan Desa Adat Fondasi Abadi Bali

“Digitalisasi, sinergi, dan kolaborasi bukan sekadar jargon, tetapi langkah nyata untuk memperkuat kepercayaan nasabah dan memberikan pelayanan terbaik bagi krama Adat,” tambah Cendikiawan.

Ketua BKS-LPD Bali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, tokoh masyarakat, dan mitra kerja, terutama Bank BPD Bali, atas dukungan yang telah diberikan selama 40 tahun terakhir. Dukungan ini dianggap penting dalam membangun pondasi kokoh bagi keberlanjutan LPD di masa depan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara Bank BPD dan LPD, meskipun kewenangan pembinaan teknis telah dihapus oleh pemerintah.

“Hubungan baik ini harus tetap terjalin, mengingat peran Bank BPD di masa awal berdirinya LPD sangat besar,” tandas Sudharma.

Menginjak usia 40 tahun, LPD Bali berkomitmen untuk terus menjadi mercusuar ekonomi masyarakat adat Bali. Dengan semangat kolaborasi dan filosofi “Catur Purusha Artha”, LPD siap melangkah maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Perayaan ini menjadi momen refleksi sekaligus tonggak sejarah untuk memperkuat peran LPD dalam mewujudkan kesejahteraan krama adat. (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI