Foto: Walikota dan Wakil Walikota Denpasar periode 2025-2030, I Gusti Ngurah Jaya Negara (kanan) dan Kadek Agus Arya Wibawa (kiri) saat acara penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota terpilih Kota Denpasar, di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar pada, Kamis (9/1/2025). (barometerbali/rian)
Denpasar I barometerbali – Pasangan Calon I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya – Wibawa) usai resmi ditetapkan oleh KPU Denpasar sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota terpilih Kota Denpasar pada, Kamis (9/1/2025) berkomitmen untuk mengatasi masalah berat yang sedang dihadapi oleh masyarakat kota Denpasar yakni masalah kemacetan dan sampah.
Jaya Negara mengatakan bahwa hari ini kota Denpasar sedang menghadapi masalah yang sangat berat dan serius yakni persolan kemacetan dan sampah. Untuk itu pihaknya meyakini apabila ada dukungan dari semua pihak maka masalah tersebut bisa diatasi dengan baik.
“Kami yakin apabila dukungan semua pihak, terutama partai pengusung dan termasuk juga partai yang tidak mengusung. kami yakin dan percaya itu bisa diatasi dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Jaya Negara meyakini bahwa partai yang tidak mengusungnya memiliki komitmen yang sama untuk bagaimana membangun kota Denpasar ini lebih baik ke depannya.
“Saya yakin dengan pola kerja sama kekuatan semua pihak dengan kita berkerja sama Astungkara apa yang menjadi tantangan di Denpasar ini bisa kami kerjakan dengan baik demi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di kota Denpasar,” tandasnya.
Selain itu, Jaya Negara menyampaikan permohonan maaf dalam pelaksanaan pilkada tahun 2024 kemarin banyak hal-hal yang mungkin kurang berkenan yang menyinggung perasaan, terutama kepada KPU Kota Denpasar, dan Bawaslu sebagai penyelenggara mungkin didalam pelaksanaan masih ada kekurangannya.
“Kami mohon maaf, dan juga saya memohon maaf semua masyarakat kota Denpasar mungkin dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah ini ada gangguan-gangguan baik itu kemacetan dan lain sebagainya, pada kesepakatan yang baik ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutup Jaya Negara.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











