10 Pantangan saat Perayaan Imlek Dipercaya Bisa Bawa Kesialan, Hindari!

BB JAN F 27
Dekorasi lampion merah menandakan perayaan Imlek, namun ada 10 pantangan yang sebaiknya dihindari saat perayaan Imlek. (barometerbali/net)

Denpasar | barometerbali – Tahun baru Imlek 2576 Kongzili atau Chinese New Year 2025 diperingati pada Rabu 29 Januari 2025.

Imlek adalah perayaan penting bagi warga Tionghoa karena menandai awal tahun baru pada kalender tradisional China.

Warga Tionghoa juga percaya apa yang akan melakukan bakal memengaruhi keberuntugan sepanjang tahun.

Karena itu, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan saat Imlek karena dipercaya dapat membawa sial.

Lantas, apa saja pantangan saat Imlek?

1. Membersihkan rumah

Selama perayaan Imlek sebaiknya hindari kegiatan bersih-bersih, seperti membuang sampah dan menyapu karena dipercaya menghilangkan keberuntungan.

Bila terpaksa membersihkan rumah, lakukan dari tepi luar ke dalam dan simpan sampah ke kantong lalu buang setelah hari ke-5 setelah Imlek.

Berita Terkait:  Wawali Arya Wibawa Buka Indonesia Cinta Disabilitas 2025, Wadahi Kreatifitas dan Produk UMKM Penyandang Disabilitas

2. Memecahkan benda

Memecahkan benda, seperti gelas, piring atau mangkuk diyakini bisa memutus tali kemakmuran dan kekayaan seseorang.

Jika ada benda yang pecah, segera bungkus dengan kertas merah sambil mengucapkan frasa keberuntungan.

Kemudian, bungkus pecahan tersebut dan buang setelah Imlek.

3. Mengucapkan kata negatif

Melontarkan kata-kata bekonotasi negarif dilarang saat perayaan Imlek.

Baik kata kematian, sakit, hantu, miskin, hancur, terbunuh, dan lainnya.

Mengucapkan kata tersebut dipercaya dapat membawa kemalangan pada diri sendiri dan orang yang disayangi.

4. Menggunakna benda tajam

Larangan selanjutnya adalah menggunakan benda tajam, seperti gunting dan jarum karena akan memotong aliran kekayaan serta kesuksesan.

Karena itu, biasanya sejumlah salon rambut tutup selama Imlek dan baru buka kembali setelah perayaan berakhir.

Berita Terkait:  Hadirkan Listrik Andal, PLN Dukung Suksesi Djakarta Warehouse Project 2025 di Bali

5. Menagih utang

Pantangan ini menyiratkan pesan bahwa semua orang berhak merayakan Imlek tanpa rasa khawatir dan mendorong sikap saling pengertian.

Menagih utang dipercaya bakal membawa nasib buruk, sama halnya dengan meminjam uang saat Imlek.

6. Mengunjungi keluarga istri

Anak perempuan yang sudah menikah serta tinggal di rumah suami dan mertua juga dilarang mengunjungi keluarganya.

Kembali ke orangtua saat Tahun Baru China menandakan ada masalah pernikahan dan bisa membawa nasib buruk bagi keluarga.

7. Makanan serba putih

Jika merah menandakan keberuntungan, putih justru dianggap membawa kesialan di hari Imlek.

Warna putih adalah simbol dari kematian dan sering dihindari dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan berwarna putih, seperti, tahu, telur, dan keju.

Berita Terkait:  barenbliss Sukses Gelar Campus Roadshow 2025: "Empowered Beauty, Inspiring Change"

8. Makan labu

Dalam bahasa mandarin, labu memiliki pelafalan “gwa” yang bunyinya mirip dengan kata kematian sehingga termasuk makanan yang dihindari.

Larangan ini ada kaitannya dengan anjuran untuk tidak mengucapkan kata yang berkonotasi negatif.

9. Sayap ayam

Makan sayap ayam dipercaya bisa membawa kesialan bagi yang mengonsumsinya.

Alasannya, sayap ayam disebut bisa membawa terbang keberuntungan orang yang memakannya.

10. Memberikan uang dalam jumlah ganjil

Dalam tradisi Tionghoa angka genap dihubungkan dengan hal yang baik.

Membeirkan uang yang jumlahnya genap diyakini bisa membawa kebaikan yang berlipat ganda, kecuali angka empat dan 49 karena dianggap pembawa sial.

Oleh sebab itu, disarankan hindari mengisi angpau dengan uang yang jumlahnya ganjil. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI