Mengenal Lontong Cap Go Meh, Kuliner Peranakan Jawa dengan Cita Rasa Unik

BB FEB F 12
Seorang juru masak menyajikan lontong Cap Go Meh. (barometerbali/net)

Surabaya | barometerbali – Lima belas hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa akan merayakan Cap Go Meh.

Ini juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur agar segala urusan dan keinginan di masa mendatang dapat berjalan lancar.

“Cap Go Meh adalah perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, bisa dibilang juga ini adalah hari terakhir dari rangkaian perayaan imlek. Kenapa disebut Cap Go Meh? Jika diartikan, Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bermakna malam ke-15. Nah, karena itu momen Cap Go Meh selalu jatuh pada hari ke-15 setelah hari raya Imlek,” terang Rio Abednego, Executive Chef JW Marriott Surabaya, Jumat 7 Februari 2025.

Berita Terkait:  Manasik Umroh Samira Travel Awal 2026 Digelar di Sidoarjo, 200 Jamaah Ikuti Pembekalan Intensif

Rio melanjutkan ada satu hidangan yang tak pernah absen saat perayaan Cap Go Meh di Indonesia, yakni lontong Cap Go Meh.

Merupakan makanan peranakan Jawa, hidangan ini disebut memiliki makna khusus.

“Dengan keberagaman lauk, melambangkan keberagaman dan kebersamaan. Dengan demikian mencerminkan hubungan harmonis antara budaya Cina dan Indonesia. Selain itu, penyajian lontong Cap Go Meh yang melimpah ini melambangkan rasa syukur atas berkat yang diberikan di tahun yang baru serta harapan akan tahun yang lebih baik dan penuh berkah,” jelasnya.

Berita Terkait:  Destinasi Wisata Kuliner, Locca Sea House: Tempat Menikmati Pemandangan Laut Bali

Lontong Cap Go Meh memiliki komposisi rasa yang unik, hasil dari kombinasi berbagai lauk pendamping yang kaya rempah.

Lontong yang bertekstur kenyal menjadi elemen utama, dipadukan dengan kuah opor ayam yang gurih bersantan, menciptakan cita rasa nagih yang melekat di lidah.

Seporsi lontong Cap Go Meh terdiri dari opor ayam, sayur manisa, sambal goreng ati, telur pindang, bubuk koya, abon sapi, sambal, dan kerupuk.

Berita Terkait:  6 Destinasi Wisata Kuliner di Ubud dengan Pemandangan Alam Asri

“Menyambut perayaan Cap Go Meh, kami juga turut menghadirkan lontong Cap Go Meh. Istimewanya, lontong Cap Go Meh yang kami sajikan proses pembuatannya semua kami lakukan sendiri, mulai dari pembuatan bumbu dasar hingga menjadi dish special. Jadi yang membedakan dengan lontong Cap Go Meh lainnya, tentu dari kuatnya cita rasa dan bumbu yang kami gunakan,” tukasnya.

Kelezatan lontong Cap Go Meh telah menjadikannya sebagai makanan favorit yang disukai oleh berbagai kalangan, tidak hanya masyarakat keturunan Tionghoa, tetapi juga masyarakat luas di Indonesia. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI