Foto : Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster saat menghadiri acara Seminar bulan Bahasa Bali di Art Center, pada Jumat (15/2/2025). (barometerbali/rian)
Denpasar I barometerbali – Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, menghadiri seminar dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Bali ke-7 yang digelar di Art Center, Denpasar pada, Sabtu (15/2/2025). Acara tersebut mengangkat tema mengenai digitalisasi aksara Bali.
Wayan Koster, yang diundang sebagai narasumber oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, menyampaikan bahwa acara ini merupakan implementasi dari kebijakan yang tertuang dalam Visi Nangun Sat Kerti Loka Bali. ini juga merupakan pelaksanaan dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Bulan Bahasa Bali ini bukan hanya sebagai seremonial, tetapi sebagai wahana untuk menjaga, melestarikan, dan memperkuat penggunaan bahasa dan sastra Bali. Ini adalah elemen penting dalam peradaban Bali yang harus terus dijaga,” ujar Koster.
Lebih lanjut, Koster menyampaikan komitmennya untuk mempercepat penggunaan aksara Bali dalam berbagai lini kehidupan pada periode kedua pemerintahannya. Salah satu langkah yang diambil adalah mewajibkan penggunaan aksara Bali pada produk-produk UMKM di Bali.
“Pada periode kedua, saya akan tancap gas untuk percepatan dan perluasan penggunaan aksara Bali di semua lini kehidupan, termasuk pada produk-produk hasil industri UMKM di Bali. Ini adalah identitas yang sangat penting bagi rakyat Bali,” tegas Koster.
Selain itu, Koster juga menyoroti penerapan aksara Bali dalam industri produk lokal, seperti produk arak Bali, yang kini hampir 99 persen menggunakan aksara Bali dalam kemasannya.
“Kita bersyukur memiliki aksara Bali. Penggunaan aksara Bali di produk seperti arak Bali adalah langkah nyata dalam melestarikan budaya Bali dan memperkenalkan identitas kita ke dunia,” pungkasnya. (rian)











