Foto: Ketua DPC Peradi SAI Denpasar I Wayan Purwita, SH., MH., CLA (kiri) dan perayaan HUT ke IX dengan doa lintasagama yang dipimpin oleh lima pemuka agama dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Selasar Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Denpasar, Rabu (5/3/2025) petang. (barometerbali/rah)
Denpasar | barometerbali – Persatuan Advokat Indonesia Sahabat Advokat Indonesia (Peradi SAI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Denpasar menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga integritas profesi serta memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat termasuk dalam pengawasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Dalam berbagai kasus hukum, terutama yang berkaitan dengan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), peran advokat selalu ada. Oleh karena itu, Peradi SAI bertanggung jawab memberikan edukasi dan pengawasan kepada anggota agar bekerja sesuai kode etik dan undang-undang,” tegas I Wayan Purwita, SH., MH., CLA, selaku Ketua DPC Peradi SAI Denpasar kepada barometerbali.com saat DPC Peradi SAI Denpasar merayakan hari jadinya yang ke-9 dengan penuh makna pada di Selasar Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Denpasar, Rabu (5/3/2025) petang.
Dalam keterangannya, I Wayan Purwita mengungkapkan rasa syukur atas eksistensi Peradi SAI Denpasar yang kini genap berusia sembilan tahun.
“Dulu saat awal berdiri, kami hanya memiliki 45 anggota. Kini jumlahnya meningkat 10 kali lipat menjadi 450 advokat,” sebutnya.
Perayaan ini ditandai dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh enam pemuka agama dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), sekaligus buka puasa bersama.
Hadir dalam acara ini, Ketua DPC Peradi SAI Denpasar I Wayan Purwita, SH., MH., CLA, Sekjen I Nengah Jimat, SH., serta Ketua Panitia I Wayan Suka Antarayasa, SH., MH., CLA., bersama jajaran pengurus lainnya.
Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Suka Antarayasa menjelaskan bahwa perayaan ini tidak hanya sebatas doa bersama, tetapi juga akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan olahraga.
“Kami mengadakan aksi bersih pantai, turnamen futsal, fun walk saat Car Free Day (CFD), seminar nasional, donor darah, hingga kompetisi menyanyi untuk semakin memeriahkan perayaan,” paparnya.
Adapun enam tokoh agama yang memimpin doa bersama adalah Mangku Ketut Pasek Swastika (Hindu), Rama Eka Jaya (Buddha), Bhisop Si Bagus Herman Suryadi, M.Th (Kristen), WS Tjan Putu Santrio (Konghucu), Romo Gregorius Sori (Katolik), dan Muhammad Thoha (Islam).
Perayaan ini menjadi momentum bagi Peradi SAI Denpasar untuk terus berkontribusi dalam dunia hukum, menjaga etika profesi, serta mempererat persatuan dalam keberagaman. (rah)











