Kolase foto: Kakanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, turut hadir dalam acara buka puasa bersama WBP dan keluarga didampingi Kalapaa Kerobokan, Hudi Ismono, serta jajaran pejabat struktural di Lapas Kerobokan (barometerbali/rah/pas)
Kerobokan | barometerbali – Lapas Kelas IIA Kerobokan mengadakan acara buka puasa bersama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam dan keluarganya, Jumat (21/03/2025).
Kegiatan ini menjadi momen spesial yang mempererat kebersamaan dan mendukung pembinaan kepribadian di bulan Ramadan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, turut hadir dalam acara ini bersama Kepala Lapas Kerobokan, Hudi Ismono, serta jajaran pejabat struktural. Kehadirannya memastikan kegiatan berjalan lancar dan kondusif.
Suasana semakin meriah dengan penampilan Antrabez Band, grup musik berbakat dari WBP, yang membawakan lagu-lagu religi, menciptakan nuansa khidmat dan penuh semangat. Selain itu, digelar pula pameran hasil karya WBP, mulai dari kerajinan tangan, lukisan, hingga kuliner. Keluarga yang hadir berkesempatan membeli karya tersebut sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap program pembinaan kemandirian di Lapas.
Untuk menjaga keamanan, seluruh pengunjung menjalani pemeriksaan ketat sebelum memasuki area acara. Hal ini dilakukan guna memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan tertib selama kegiatan berlangsung.
“Buka bersama ini menjadi momen penting bagi WBP untuk merasakan kebersamaan dengan keluarga. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi mereka dalam menjalani pembinaan,” ujar Decky Nurmansyah.
Kalapas Kerobokan, Hudi Ismono, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan moral dan spiritual. “Kesempatan berbuka puasa bersama keluarga adalah momen berharga bagi para WBP. Semoga ini menjadi dorongan bagi mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Acara ini merupakan bagian dari Implementasi 13 Program Akselerasi Menimipas, khususnya dalam aspek pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan ini, diharapkan WBP semakin termotivasi untuk menjalani pembinaan dengan baik serta menjaga nilai-nilai keagamaan selama masa pidana. (rah/pas)











