Terobosan Jitu Gubernur Koster, Satu Desa Satu Dokter dan Perawat, Didukung Penuh Ratusan Perawat di Bali

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster hadir pada perayaan HUT DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bali ke-52 di Gedung Nari Graha Denpasar, Minggu 23 Maret 2025. (barometerbali/rah)

Denpasar | barometerbali – Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali mendukung terobosan Gubernur Bali Wayan Koster dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Bali. 

Program Gubernur Koster, satu dokter satu desa dan satu perawat satu desa dinilai sebagai terobosan jitu sebagai upaya preventif dan promotif pelayanan kesehatan. 

Hal ini disampaikan Ketua DPW PPNI Bali Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma di Gedung Nari Graha pada puncak HUT ke-51, Minggu 23 Maret 2025. 

Berita Terkait:  Walikota Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster Lepas Denpasar Run In Love

Sukadarma menjelaskan PPNI Bali siap bersinergi menjalankan program Gubernur Bali, Wayan Koster. 

“Beliau sudah sampaikan akan fokus pembangunan kesehatan dan pendidikan. Program satu desa satu dokter dan perawat akan kami diskusikan dengan beliau bersama Dinas PMD. Kita harap terobosan ini bisa diskusi secara intens, agar kedepan bisa ada kebijakan yang mengatur satu dokter satu desa dan perawat yang bertugas di desa,” jelasnya. 

Sukadarma menyatakan sepakat dengan pemikiran Gubernur Koster, bahwa kesuksesan program kesehatan yakni mengurangi orang sakit dan masuk rumah sakit. Menurut dia, hal ini berkaitan dengan upaya preventif dan promotif.

Berita Terkait:  Panorama Indah! Rekomendasi 6 Destinasi Lokasi Terbaik untuk Menikah di Bali

“Upaya preventif dan promotif ini bisa dilakukan apabila, perawat kita sudah didekatkan ke masyarakat di desa, jadi mereka bisa menangkap hal-hal terkait upaya preventif dan promotif kesehatan,” katanya. 

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Bali melalui kebijakan Gubernur Bali bisa melahirkan sebuah regulasi terkait program satu desa satu dokter dan penempatan satu perawat di desa.  

“Kalau memang belum ada juknisnya saya pikir adanya Perda cukup baik. Sekarang di kabupaten Gianyar dan Badung sudah dilakukan seperti ini, mungkin kita lebih fokus preventif dan promotif,” katanya.

Program Satu Desa Satu dokter dan perawat di satu desa tercetus dalam diskusi Gubernur Bali Koster dan PPNI Bali beberapa waktu lalu. Hal ini selaras dengan progresif program pelayanan kesehatan yang akan dijalankan selama lima tahun. Fasilitas kesehatan dan pelayanan petugas hingga tingkat desa menjadi prioritas Gubernur Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta.   

Berita Terkait:  Rekomendasi 10 Tempat Romantis di Bali untuk Honeymoon Murah dengan Suasana Nyaman

“Kami akan progresif menyediakan dokter spesialis, dokter umum, tenaga perawat, dan fasilitas kesehatan sampai ke desa. Supaya layanan kesehatan dirasakan krama di desa. Kemarin diskusi, satu desa satu dokter, dan satu perawat ada di desa. Juga kami ingin ada program, perawat di desa yang mengurus para lansia,” kata Koster. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI