Beda Harga Hotel Melati dan Berbintang di Bali Utara bagai Bumi dan Langit

BB APRIL F 4
Salah satu objek wisata di Buleleng yang ramai dikunjungi wisatawan domestik saat libur Lebaran. (barometerbali/net)

Buleleng | barometerbali – Rata-rata okupansi hunian hotel berbintang masih di angka 30 persen.

Salah satu dugaan alasan wisatawan memilih menginap di hotel melati, yaitu dari segi harga jauh lebih terjangkau.

Selain itu, wisatawan yang berlibur ingin menikmati keindahan panorama yang indah hingga pariwisata budaya yang disuguhkan masyarakat Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma tak menampik kondisi tersebut. Wisatawan lebih memilih hotel melati.

Berita Terkait:  Staycation Nyaman dan Berkesan, Ini 10 Rekomendasi Hotel Menarik dengan Paket Nyepi di Bali 2026

“Hotel non-bintang memang lebih banyak dicari, terutama oleh wisatawan domestik yang memilih akomodasi dengan harga lebih terjangkau,” katanya, Rabu 2 April 2025.

Kendati demikian, pihaknya optimis ada peningkatan jelang akhir pekan ini. 

“Kami berharap okupansi akan mulai meningkat, terutama pada tanggal 5 hingga 6 April,” harapnya. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI