Buleleng | barometerbali – Rata-rata okupansi hunian hotel berbintang masih di angka 30 persen.
Salah satu dugaan alasan wisatawan memilih menginap di hotel melati, yaitu dari segi harga jauh lebih terjangkau.
Selain itu, wisatawan yang berlibur ingin menikmati keindahan panorama yang indah hingga pariwisata budaya yang disuguhkan masyarakat Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma tak menampik kondisi tersebut. Wisatawan lebih memilih hotel melati.
“Hotel non-bintang memang lebih banyak dicari, terutama oleh wisatawan domestik yang memilih akomodasi dengan harga lebih terjangkau,” katanya, Rabu 2 April 2025.
Kendati demikian, pihaknya optimis ada peningkatan jelang akhir pekan ini.
“Kami berharap okupansi akan mulai meningkat, terutama pada tanggal 5 hingga 6 April,” harapnya. (ari)











