BASAbali Wiki Gelar Dialog Pembelajaran: Evaluasi Pelaksanaan Implementasi Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari

Dialog Pembelajaran 2_xNondJCQ3Q
Foto: Dialog Pembelajaran BASAbali Wiki, Jumat (23/5). (Barometerbali/cla/rah)

Barometer Bali | Denpasar – BASAbali Wiki menggelar Dialog Pembelajaran sebagai ruang reflektif yang dirancang untuk mengevaluasi keberhasilan dan tantangan selama pelaksanaan implementasi Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari, Jumat (23/5).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali ini, berlangsung secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini fokus pada evaluasi, penyusunan strategi lanjutan, dan penguatan komitmen pemangku kepentingan, agar program pengurangan sampah dalam aktivitas keagamaan yang digagas oleh pemuda dan stakeholder terkait, dapat diperluas ke berbagai wilayah di Bali.

Kepala UPTD. Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Disdikpora Provinsi Bali, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP., mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda Bali dalam Dialog Pembelajaran ini. Ia menekankan pentingnya membuat kebijakan yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi pemuda.

Pada rangkaian Wikithon Bali Lestari sebelumnya, telah dilaksanakan dua sesi Dialog Kebijakan yang digelar BASAbali Wiki dan berhasil mengangkat karya pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari menjadi policy brief atau risalah kebijakan yang disusun bersama pemuda, pemerintah, praktisi, akademisi, dan komunitas lingkungan.

Policy brief Bali Lestari (bit.ly/PBbalilestari) memuat lima hal yang mencakup ketegasan peraturan, edukasi berkelanjutan, kemitraan pemerintah dan masyarakat, revitalisasi inisiatif lokal, serta pendampingan dan pembinaan pedagang. Policy brief tersebut menjadi dasar pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur serta Pangeling-eling Catur Pamahayu Pura di Pura Agung Besakih dan di Desa Kubutambahan. Pangeling-eling ini selaras dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2025 tentang Tatanan bagi Pamedek/Pengunjung saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Berita Terkait:  Dialog Kebijakan BASAibu Wiki: Solusi Kesehatan Mental Pemuda Bali

Selain itu, BASAbali Wiki juga berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih “Malasti Resik” yang dilaksanakan bertepatan dengan prosesi malasti dalam rangkaian upacara IBTK 2025 di Pura Agung Besakih. Dampak Pangéling-éling terus berkembang, menginspirasi pemuda di berbagai wilayah Bali untuk ikut mengimplementasikannya.

Di Karangasem, pemuda Desa Adat Ulakan dan Desa Adat Temega bersama desa adatnya masing-masing, turut mengimplementasikan Pangeling-eling tersebut. Tiga implementator wilayah hadir secara daring dalam kegiatan ini, yakni Jero Penyarikan Duuran Batur selaku Pangamong Pura Ulun Danu Batur, Gede Pariadnyana selaku Perbekel Kubutambahan, dan Kadek Sudiartawan selaku pemuda dari Desa Adat Ulakan, Karangasem.

Jero Penyarikan Duuran Batur menyatakan, dampak dari penerapan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur sudah mulai terlihat dari perubahan perilaku masyarakat. Kampanye di media sosial juga dinilai efektif dalam memperluas jangkauan penyebaran Pangeling-eling ini.

Berita Terkait:  Komunitas Group Nobar Surabaya Bagikan 800 Bungkus Takjil di Jalan Embong Malang

Selain itu, Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana menjelaskan bahwa, penerapan Pangeling-eling melibatkan prajuru adat, pengempon pura, pemuda, dan seksi kebersihan desa. Kampanye juga disebarluaskan melalui media sosial dan baliho yang dipasang di pura sebelum upacara adat, disertai sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Ia menegaskan peran pemuda sebagai duta kebersihan sangat penting dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kadek Sudiartawan, pemuda dari Desa Adat Ulakan, Karangasem, membagikan pengalamannya dalam mengimplementasikan Pangeling-eling di desanya. Gerakan ini adalah inisiatif dari pemuda di sana. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial dan melibatkan pemuda dengan dukungan pemerintah desa. Inisiatif ini tak hanya menjangkau warga lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke area pura. Dampaknya mulai terlihat dari perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan area pura.

Sebanyak 31 peserta Dialog Pembelajaran dibagi ke dalam sesi breakout room berdasarkan tiga wilayah, yaitu Kubutambahan, Batur, dan Besakih. Dipandu oleh fasilitator, peserta membahas lebih dalam terkait proses implementasi Pangeling-eling di masing-masing wilayah, menggali dinamika pelaksanaan di lapangan, tantangan yang dihadapi, serta solusi dan inovasi yang telah diterapkan.

Diskusi juga difokuskan pada penyusunan strategi lanjutan guna memperkuat keberlanjutan program dan memperluas dampaknya ke wilayah lain di Bali. Meski implementasi ini sudah menunjukkan dampak positif khususnya pada perubahan perilaku masyarakat, dalam Dialog Pembelajaran ini mengungkap sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Di seluruh wilayah implementasi, tantangan serupa ditemukan, yakni distribusi sampah yang belum optimal dan keterbatasan fasilitas pengolahan sampah.

Berita Terkait:  Lapas Kerobokan Gelar Munggahan Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah

Kondisi ini menjadi penghambat dalam upaya pengurangan sampah pada aktivitas keagamaan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah desa (dinas maupun adat), serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda, guna membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan efektif.

Bappeda Provinsi Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, PHDI Provinsi Bali, DKLH Provinsi Bali, komunitas lingkungan, pemenang Wikithon Bali Lestari, dan beberapa stakeholder lainnya turut hadir secara daring pada kegiatan ini.

Program & Engagement Director BASAbali Wiki, K.L Herdayatamma menegaskan bahwa, Dialog Pembelajaran ini menjadi tahapan penting dalam Metodologi Wikithon Partisipasi Publik. Melalui dialog ini diharapkan implementasi yang sudah berjalan dengan baik pada tiga wilayah di Bali, yaitu Kubutambahan, Batur, dan Karangasem terus berlanjut dan direplikasi oleh daerah-daerah lainnya.

Dialog ini juga menjadi ajang refleksi untuk mengidentifikasi tantangan saat implementasi, sehingga dapat diperbaiki ke depannya. (cla/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI