Pemkot Denpasar Gelar Dharma Santi Perayaan Hari Suci Nyepi 2025

WhatsApp Image 2025-05-27 at 20.44.11
Foto: Pelaksanaan Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, berlangsung pada Selasa (27/5) di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. (barometerbali/pur/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang jatuh pada 29 Maret 2025 lalu. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (27/5) di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, melalui koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Denpasar.

Acara diawali dengan pemujaan oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, dilanjutkan pembacaan sloka dan Dharma Wacana. Hadir dalam kesempatan ini Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, jajaran Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat, serta ASN dan masyarakat umum.

Berita Terkait:  Peringati Hari Ibu Nasional, Bunda Rai Hadiri Pengukuhan Forum Anak Daerah dan Aksi Sosial  

Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan rangkaian Nyepi yang berjalan lancar dan damai. Walikota Jaya Negara menekankan pentingnya Dharma Santi sebagai sarana memperkuat kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial.

“Melalui Dharma Santi ini, mari kita terus perkuat semangat gotong royong serta tingkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Berita Terkait:  Unik dan Berkelanjutan, Aston Sidoarjo Hadirkan Pohon Natal dari 2025 Bonggol Nanas

Sementara Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menyampaikan bahwa Dharma Santi tahun ini mengangkat tema Dharma Santi nasional “Manawasewa, Madhawasewa, Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, yang bermakna pelayanan kepada sesama adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan. Tema ini sejalan dengan semangat kebangsaan dan nilai-nilai spiritual Hindu.

“Visi Vasudhaiva Kutumbakam atau “Kita Semua Bersaudara” yang diusung Kota Denpasar terus didorong melalui penguatan nilai saling asah, asih, asuh demi menciptakan budaya unggul yang berintegritas, mandiri, dan berlandaskan semangat Sewaka Dharma,” ujarnya.

Berita Terkait:  PLN UID Bali Kirim Kembali Relawan, Dukung Keberlanjutan Pemulihan Listrik di Aceh

Sebagai penutup, Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari memberikan Dharma Wacana yang memberikan pencerahan spiritual kepada seluruh umat yang hadir.
(pur/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI