Barometer Bali – Jembrana – Puluhan rumah warga di Jembrana terendam banjir akibat luapan air sungai dan tanggul jebol. Luapan air sungai terjadi pasca hujan deras mengguyur Jembrana mulai Sabtu (31/05/25) siang hingga malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra membenarkan terjadi banjir di sejumlah Desa di Jembrana. Menurutnya titik banjir ditemukan di Kecamatan Melaya dan Kecamatan Jembrana.
“Laporan yang masuk ke kami (BPBD-red) ada tiga titik banjir di Kecamatan Melaya dan 6 titik di Kecamatan Jembrana,” terangnya saat dikonfirmasi di kantornya, Minggu (1/6/25).
Lanjut Agus Artana, banjir terparah diterjadi di Kecamatan Jembrana. Dari 6 titik tersebut terdapat 33 rumah yang terendam banjir. Rinciannya yakni 14 rumah di Desa Yeh Kuning, 4 rumah di Desa Air Kuning, 9 rumah di Kelurahan Dauhwaru dan 6 rumah di Kelurahan Sangkaragung.
“Banjir di Desa Air Kuning dan Yeh Kuning disebabkan oleh tanggul sungai samblong jebol sehingga air sungai masuk keperumahan warga, sedangkan di Kelurahan Dauhwaru dan Sangkaragung karena luapan air sungai,” ungkap Agus Artana.
Sedangkan di Kecamatan Melaya, banjir terjadi di Banjar Sumbersari dan Banjar Melaya Tengah, Desa Melaya dan Banjar Samblong Desa Tukadaya. Agus Artana menambahkan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan upaya penyelamatan dan assesmen sejak Sabtu malam.
“Begitu menerima laporan kita langsung turunkan tim, langkah awal tentu kita utamakan upaya penyelamatan dan memastikan keselamatan warga terdampak. Sedangkan hari ini kita kembali turun untuk melakukan kajian guna menentukan langkah selanjutnya,” imbuhnya.
“Sudah sereng seperti ini, dulu bahkan ketinggiannya sampai 2 meter, kalau sekarang sekitar setengah meter, kita harap ada pengerukan sungai karena sudah mulai ada pendangkalan,” sambung Dede salah satu korban banjir.
Pantauan di lapangan, banjir di wilayah tersebut menimbulkan genangan lumpur cukup tebal baik di dalam rumah warga maupun di ruas jalan. (dika)











