Barometer Bali | Ahmedabad, India – Sebuah tragedi besar mengguncang dunia penerbangan internasional saat pesawat Air India Flight AI171, jenis Boeing 787-8 Dreamliner dengan rute Ahmedabad–London Gatwick, jatuh sesaat setelah lepas landas pada pukul 13.38 IST, Kamis (12/6/2025). Dalam insiden tersebut, 241 orang tewas di dalam pesawat dan sedikitnya 28 warga sipil di darat ikut menjadi korban, menjadikan total korban jiwa mencapai 269 orang.
Namun di tengah tragedi mengerikan itu, muncul sebuah keajaiban. Ramesh Vishwakumar, seorang pria berkewarganegaraan Inggris berusia 40 tahun, menjadi satu-satunya penumpang yang selamat.
Kronologi Singkat Kejadian
Pesawat lepas landas dalam kondisi normal dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, namun mengalami gangguan sistem tenaga dan kendali sesaat kemudian. Pilot sempat meminta pendaratan darurat, namun pesawat kehilangan kendali dan jatuh di kawasan padat penduduk di dekat B.J. Medical College, menyebabkan kebakaran hebat dan kerusakan bangunan.
Tim penyelamat dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan National Disaster Response Force (NDRF) segera diterjunkan. Black box pesawat telah berhasil ditemukan dan kini sedang dianalisis oleh tim investigasi gabungan dari India, Inggris, dan Amerika Serikat.
Ramesh Vishwakumar: Satu-satunya Penumpang yang Selamat
Menurut penyelidikan awal dari kepolisian, Ramesh Vishwakumar duduk di kursi 11A, dekat pintu darurat. Ia berhasil melompat keluar dari badan pesawat yang mulai terbakar setelah insiden. Warga sekitar dan tim medis langsung memberikan pertolongan. Saat ini, ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi stabil.
Komisaris Polisi Ahmedabad, G.S. Malik, menyatakan, “Satu orang ditemukan selamat di kursi 11A. Ia kini dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi sadar.”
Ramesh sendiri mengaku tidak mengerti bagaimana ia bisa selamat.
“Saya merasa seperti dilahirkan kembali. Saya hanya mengikuti insting dan langsung keluar dari pintu darurat sebelum semuanya meledak,” ujarnya kepada wartawan The Times of India.
Pernyataan Resmi Pemerintah dan Maskapai
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa mendalam dan telah mengunjungi lokasi kejadian serta menjenguk Ramesh di rumah sakit.
“Saya sangat berduka. Semua lembaga kini dalam status siaga penuh untuk membantu korban dan keluarga,” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Amit Shah juga menyatakan kesedihannya atas tragedi tersebut.
“Ini adalah salah satu insiden paling menyayat hati dalam sejarah penerbangan India,” tandasnya.
Sementara itu, CEO Air India, Campbell Wilson, dalam konferensi pers menegaskan komitmen pihak maskapai.
“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi kami. Kami bekerja sama penuh dengan otoritas untuk menyelidiki penyebab insiden. Fokus kami kini adalah pada keluarga korban dan satu-satunya penyintas,” harapnya.
Respons Internasional dan Kompensasi
Pemerintah Inggris telah mengirim tim dari Air Accidents Investigation Branch (AAIB) untuk membantu penyelidikan.
Pemerintah India melalui Tata Group selaku pemilik Air India, akan memberikan kompensasi sebesar ₹1 crore (sekitar Rp2 miliar) kepada keluarga korban.
Hotline krisis dan pusat bantuan telah dibuka untuk keluarga korban baik di India maupun di luar negeri.
Tragedi ini menjadi salah satu bencana penerbangan terburuk dalam sejarah India dan Inggris sejak 9/11. Namun, kisah Ramesh Vishwakumar menjadi secercah harapan dan keajaiban dalam duka mendalam yang dirasakan dunia. (red)
Sumber: The Times, Reuters, The Guardian, Air India Official Release, Pemerintah India











