Denpasar | barometerbali – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menolak tegas penundaan pemilu 2024. Hal itu disampaikannya saat melantik secara virtual pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (25/3/2022).
Hadir secara virtual dalam pelantikan itu Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Sementara Kepala BPOKK Demokrat, Herman Khaeron dan Wasekjen Demokrat, Renanda Bahtiar hadir secara langsung.

“Sikap dan pandangan kita tegas menolak penundaan Pemilu 2024. Partai Demokrat tidak mungkin rela ada kelompok tertentu merusak demokrasi kita. Kita tidak boleh mengkhianati demokrasi kita,” tegas AHY dalam pidatonya yang sekaligus melantik Pengurus DPD Demokrat Papua Barat.
Hadir secara virtual dalam pelantikan itu Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Sementara Kepala BPOKK Demokrat, Herman Khaeron dan Wasekjen Demokrat, Renanda Bahtiar hadir secara langsung.

Lebih lanjut AHY menegaskan kepada para pengurus yang baru dilantik agar tidak terlalu berlama-lama merayakan pelantikan, namun harus langsung bekerja untuk menyongsong perhelatan Pemilu 2024.
“Para pengurus yang baru dilantik harus langsung bekerja, ke depan banyak yang harus dilakukan menuju Pemilu 2024,” imbau AHY di hadapan para kader partai berlambang tiga berlian ini.
AHY juga meminta kepada para kader untuk tidak berhenti dekat dan membantu rakyat. Menurutnya Partai Demokrat memiliki jargon peduli dengan rakyat. Partai Demokrat selama 20 tahun menyelami aspirasi masyarakat terutama kategori miskin dan mampu memperjuangkan program pro rakyat.

Dalam beberapa hasil survei Partai Demokrat termasuk partai yang masih diperhitungkan.
“Kendati demikian para kader tidak boleh berpuas diri karena hasil survei,” pungkas AHY.
Dalam sambutan Ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan, Pengurus DPD Bali saat ini banyak diisi wajah baru dari generasi milenial laki-laki dan perempuan. “Selain itu ada pula tokoh Bali yang memutuskan bergabung. Langkah itu didorong spirit dan semangat membesarkan dan memenangkan Partai Demokrat di Bali sehingga nantinya dapat mengantarkan AHY menjadi Presiden muda RI tahun 2024 mendatang.

Meski demikian Mudarta menegaskan DPD Partai Demokrat, tidak akan mengambil suara partai lain namun menyasar pemilih milenial yang jumlahnya sekitar 22 persen.
“Kepengurusan DPD Partai Demokrat Bali dominan diisi kaum milenial dan perempuan. Kehadiran kaum perempuan dalam kepengurusan bahkan melebihi persyaratan 30 persen yang ditentukan,” sebut Mudarta.
Walaupun usia muda-muda, para milenial dan intelektual ini sudah melalui seleksi uji kelayakan dan kepatutan.
“Ada spirit baru dalam kepengurusan ini, selain hadirnya kaum perempuan juga bergabungnya para intelektual seperti mantan Wakapolda Bali I Gede Alit Widana,” tandasnya.

Sementara itu, mewakili kalangan milenial Ngurah Wira kepada media melabuhkan pilihannya ke Demokrat selain karena nasionalis juga sangat transparan.
“Kami di sini nyaman dan tidak ada tekanan. Masukan milenial diakomodir senior. Ini partai yang sangat merakyat,” cetus Wira. (BB/501)











