Barometer Bali | Klungkung – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mewujudkan masyarakat yang maju, harmonis, tenteram, dan makmur kembali ditunjukkan melalui peluncuran Baju Klungkung Mahottama. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, di depan Puri Agung Klungkung.
Baju Klungkung Mahottama sarat makna, terinspirasi dari konsep Tridatu yang memadukan warna putih, hitam, dan merah. Warna putih mendominasi baju, sementara hitam dan merah hadir pada tulisan “Klungkung Mahottama”. Tridatu, menurut Bupati Satria, mengajarkan pentingnya harmoni dan keterkaitan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pemerintahan.
“Peluncuran baju ini bertujuan agar setiap departemen, lembaga, maupun individu dalam pemerintahan saling mendukung dan bekerjasama demi tercapainya tujuan bersama,” ungkap Bupati Satria.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, Tridatu melambangkan tiga kekuatan suci: Dewa Brahma (warna merah) sebagai pencipta, Dewa Wisnu (warna hitam) sebagai pemelihara, dan Dewa Siwa (warna putih) sebagai pelebur. “Mari kita maknai warna Tridatu ini sebagai kekuatan sejati yang menjadi cermin harmoni dalam kehidupan masyarakat dan pemerintah,” harapnya penuh semangat.
Salam Mahottama yang melekat pada peluncuran baju ini mencerminkan visi Klungkung untuk terus bergerak maju, hidup rukun, seimbang, aman, dan sejahtera. Salam ini pun telah menjadi bagian dari berbagai acara resmi dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Klungkung.
Acara peluncuran turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klungkung. (rah)











