Barometer Bali | Denpasar – Kelompok Wanita Tani (KWT) Ratna Sari di Banjar Pelagan, Desa Penatih, Denpasar Timur, kini mendapat angin segar melalui program Optimalisasi Hidroponik dan Vertikultur yang digagas tim Universitas Udayana melalui Program Udayana Mengabdi hibah pendanaan dari LPPM Universitas Udayana.
Program ini bertujuan mengatasi keterbatasan lahan akibat pesatnya pembangunan di wilayah perkotaan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat.
Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan semakin besar.
Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam sistem pertanian, khususnya yang dapat dilakukan di lahan sempit, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Hidroponik dan vertikultur menjadi salah satu solusi yang tepat, karena metode ini memungkinkan masyarakat perkotaan memproduksi pangan segar, bergizi, dan bebas pestisida, bahkan dari halaman rumah atau ruang terbatas sekalipun.
Ketua tim pelaksana, Ni Nyoman Sri Rahayu Trisna Dewi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa hidroponik dan vertikultur menjadi solusi tepat untuk memanfaatkan lahan sempit.
“Dengan metode ini, KWT dapat menghasilkan sayuran organik berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.
KWT Ratna Sari Banjar Pelagan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya diberikan teori mengenai hidroponik, namun juga langsung melakukan praktik penanaman dengan wick system yang dilatih langsung oleh praktisi dari Hidroponik Art.
Ketua KWT Ratna Sari, Ni Ketut Nitayanti merasa sangat antusias mengikuti praktik hidroponik dan tidak sabar untuk dapat memanen hasil tanamannya sendiri.
“Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut, sehingga KWT Ratna Sari terus aktif bahkan dapat menjadi sumber pendapatan kami ke depannya,” tandas Nitayani.
Apresiasi juga diungkapkan oleh Ibu Melinda sebagai Ketua PKK Banjar Pelagan Penatih.
“Saya sangat berterima kasih kepada LPPM Universitas Udayana, karena memberikan kesempatan bagi ibu-ibu di lingkungan kami, khususnya yang tergabung dalam KWT Ratna Sari untuk dapat memiliki keterampilan baru. Semoga nantinya KWT Ratna Sari dapat menjadi penggerak bagi ibu-ibu PKK lainnya di Banjar Pelagan untuk dapat memanfaatkan sistem hidroponik dan vertikultur,” ungkap Melinda.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan masyarakat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan motivasi untuk memanfaatkan teknologi pertanian modern sederhana yang dapat mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Lebih jauh lagi, penerapan hidroponik dan vertikultur di lingkungan perkotaan tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan sayuran sehari-hari, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat perkotaan yang berkelanjutan yang tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Bali. (red)











