Program Jaga Desa Diluncurkan di Bali, Hadirkan Sinergi Pemerintah dan Penegak Hukum

IMG-20250911-WA0012
Foto: Program “Jaga Desa” resmi diluncurkan di Kejaksaan Tinggi Bali pada Kamis (11/9/2025). (Barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Program “Jaga Desa” resmi diluncurkan di Kejaksaan Tinggi Bali pada Kamis (11/9/2025). Acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara seluruh bupati dan wali kota se-Bali dengan kepala kejaksaan negeri se-Bali, serta dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai unsur pemerintahan, aparat penegak hukum, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Dirjen Bina Pemdes Kemendagri La Ode Ahmad P. Bolombo, Irjen Kementerian Desa dan PDT Teguh, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur II pada JAM Intelijen Kejagung Subeno, Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali I Putu Gede Astawa, para asisten dan koordinator pada Kejati Bali, Wakapolda Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Bali, Ketua DPRD Bali, para bupati/wali kota se-Bali, dosen dari universitas negeri maupun swasta di Bali, serta jajaran terkait lainnya.

Berita Terkait:  Bansos Jelang Hari Raya Keagamaan Tekan Inflasi Badung 2025

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa peluncuran program ini tidak hanya menghadirkan aplikasi Jaga Desa, tetapi juga pedoman Balai Kertha Adhyaksa sebagai acuan pelaksanaan.

“Program Jaga Desa tidak hanya menghadirkan aplikasi, tetapi juga pedoman Balai Kertha Adhyaksa. Ini menjadi ruang musyawarah yang menghidupkan kembali nilai kearifan lokal, sekaligus solusi cepat dan sederhana dalam penyelesaian konflik,” ujar Ketut Sumedana.

Berita Terkait:  Promosi Wisata dan Tingkatkan Kunjungan Turis, Gubernur Koster Dukung Maraton Prama Sanur Beach

Acara ini juga dirangkai dengan pembagian Teba Modern yang diserahkan langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani bersama Gubernur Bali.

“Pembagian Teba Modern hari ini adalah bagian dari semangat membangun desa yang mandiri. Desa yang kuat akan menjadi benteng pertama dalam menjaga stabilitas sosial,” ungkap Reda Manthovani.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik hadirnya program Jaga Desa yang dinilai selaras dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat Bali.

Berita Terkait:  Regulasi Tuntas, Arak Bali Jadi Kebanggaan Dunia

“Dengan adanya program Jaga Desa, kita perkuat tatanan desa ke arah yang lebih harmonis. Penyelesaian masalah melalui musyawarah lebih humanis, sesuai budaya Bali, sekaligus meringankan beban negara,” kata Wayan Koster.

Peluncuran program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat desa, bukan hanya dari sisi administrasi pemerintahan, tetapi juga dalam menjaga harmoni sosial melalui penyelesaian masalah yang cepat, sederhana, dan berbasis kearifan lokal. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI