Lapas Kerobokan Gelar Pelatihan Peternakan Ayam Petelur untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

IMG-20251020-WA0089
Lapas Kerobokan Gelar Pelatihan Peternakan Ayam Petelur untuk Warga Binaan, Pada Senin (20/10/2025) (Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Pelatihan Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam Petelur bagi warga binaan, yang dilaksanakan pada, Senin (20/10/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang warga binaan ini menghadirkan Ni Made Ristiani, selaku instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Pelatihan difokuskan pada tahapan awal pengelolaan ayam yang baru tiba, meliputi proses adaptasi di lingkungan baru, pemberian pakan dan air pertama, hingga pengenalan tanda-tanda stres serta penerapan sanitasi kandang.

Berita Terkait:  Diduga Sopir Kurang Konsentrasi, Truk Hino Picu Kecelakaan Beruntun di Jalur Denpasar–Gilimanuk

Melalui pelatihan ini, warga binaan dibekali keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung, sekaligus memperluas wawasan mereka dalam bidang peternakan modern.

Kegiatan ini merupakan bagian dari optimalisasi Kelompok Kerja (Pokja) Peternakan dalam Proyek Perubahan SAE Lembah Hijau, sebuah inovasi yang digagas Kalapas Kerobokan, Hudi Ismono, dalam pemanfaatan lahan terbatas untuk pembinaan kemandirian warga binaan.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Lapas Kerobokan terhadap upaya penguatan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan sumber daya manusia di dalam lembaga pemasyarakatan.

Berita Terkait:  BULOG Bali Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Selain itu, pelatihan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan penguatan ekonomi nasional dan kemandirian masyarakat, serta mendukung 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang pembinaan produktif, pemberdayaan, dan peningkatan kompetensi warga binaan.

Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan menggandeng berbagai instansi dan pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa pembinaan kemandirian di bidang peternakan bukan hanya memberikan keterampilan baru bagi warga binaan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata Lapas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Berita Terkait:  Spanduk Sindiran Muncul di Area Mangrove Mati, Diduga Terkait Dugaan Kebocoran Pipa BBM

“Kami ingin agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan semangat baru untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif,” ujarnya.

Menurutnya, dengan langkah ini, Lapas Kerobokan terus memperkuat perannya sebagai lembaga pembinaan yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan arah kebijakan nasional dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih maju dan berdampak positif bagi bangsa.***

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI