Barometer Bali | Denpasar – Universitas Bali Dwipa (UBAD) bertindak cepat menanggapi viralnya video seorang oknum pegawai yang kedapatan membuang sampah sembarangan menggunakan mobil dinas kampus. Rektor UBAD, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali dan menegaskan komitmen kampus dalam menjaga lingkungan.
“Kami sangat menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum pegawai tersebut. Tindakan itu mencoreng nama baik universitas dan bertentangan dengan nilai-nilai kebersihan serta kearifan lokal masyarakat Bali,” ujar Prof. Sucipta dalam keterangan resminya, Rabu (29/10).
Pihak universitas memastikan bahwa aksi tersebut merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili kebijakan kampus. Rektor menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin dan etika yang merusak citra lembaga pendidikan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, universitas telah membebastugaskan pegawai bersangkutan dan menyerahkan proses hukum kepada instansi berwenang, termasuk DLHK Provinsi Bali.
Selain menjatuhkan sanksi, UBAD juga langsung melakukan pemulihan ekologis di lokasi kejadian. Sampah yang sempat dibuang telah diambil kembali dan ditangani sesuai prosedur, disaksikan oleh perwakilan DLHK Kota Denpasar dan UPTD Tahura Ngurah Rai.
Prof. Sucipta menambahkan, peristiwa ini menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk memperkuat budaya bersih dan tanggung jawab sosial.
“Kami akan meluncurkan program Zona Adopsi Bersih dan penghijauan intensif di sekitar kampus. Semua pihak di lingkungan UBAD akan dilibatkan sebagai bentuk edukasi dan aksi nyata menjaga alam Bali,” ucapnya.
Rektor berharap, kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga dan pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga Bali tetap bersih, indah, dan lestari.
“Kami berterima kasih atas perhatian publik dan peran media yang telah menjadi kontrol sosial. UBAD akan terus berbenah dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Prof Sucipta. (rah)











