Lindungi Peternak Lokal, Nyoman Parta Desak Mendag Hentikan Impor Daging Babi

Screenshot_20251126_182225_InCollage - Collage Maker
Anggota DPR RI Komisi X Dapil Bali I Nyoman Parta (kiri) menyampaikan secara tegas pesan para peternak agar Menteri Perdagangan (Mendag) dan Menteri Pertanian (Mentan) mengkaji ulang, bahkan menghentikan impor daging babi dari luar negeri. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Jakarta – Aspirasi peternak babi dari berbagai daerah, khususnya Bali, kembali mengemuka terkait kekhawatiran terhadap maraknya impor daging babi. Seusai rapat kerja mengenai komoditas strategis, Anggota DPR RI Komisi X Dapil Bali I Nyoman Parta menyampaikan secara tegas pesan para peternak agar Menteri Perdagangan (Mendag) dan Menteri Pertanian (Mentan) mengkaji ulang, bahkan menghentikan impor daging babi dari luar negeri.

Menurut Parta, langkah ini sangat penting untuk menyelamatkan keberlanjutan peternak lokal.
“Pemerintah tidak boleh mengambil langkah pragmatis yang dalam jangka panjang merugikan peternak. Kalau ini dibiarkan, pelan-pelan peternak bisa berhenti berproduksi,” tegasnya.

Berita Terkait:  Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di DKI Jakarta, OJK Resmikan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berkomitmen segera melakukan pembahasan internal dan menargetkan pengurangan impor setiap tahun hingga Indonesia tidak lagi mengimpor daging babi.

Data BPS menunjukkan tren kenaikan impor daging babi:

2023: 4.875 ton

2024: 7.458 ton

2025 (Jan–Juli): 5.741 ton

Impor tersebut sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Denmark, Jepang, dan Spanyol.

Berita Terkait:  Libur Akhir Tahun, Bandara Ngurah Rai Layani 581 Ribu Penumpang dalam Sepekan

Padahal, produksi dalam negeri sebenarnya sudah mencukupi:

2023: 135.039 ton

2024: 130.871 ton

Parta menekankan, solusi utama bukan pada impor, melainkan penguatan industri peternakan lokal, antara lain, penyediaan bibit unggul, penurunan harga bahan baku pakan seperti jagung, pembangunan kandang berstandar, pendampingan teknis secara berkelanjutan.

Ia juga menolak anggapan bahwa kualitas daging babi lokal kalah dari impor.
“Kualitas daging babi lokal bisa ditingkatkan. Harga juga bisa bersaing jika pemerintah menyiapkan bahan baku pakan yang lebih murah,” tandasnya.

Berita Terkait:  BPR Kanti Warning Pemerintah, Peran Lembaga Keuangan Mikro masih Diabaikan, Tantangan 2026 makin Berat

Nyoman Parta menambahkan bahwa pemerintah harus segera hadir dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Jangan sampai kebijakan impor justru mematikan peternak kita sendiri,” tutupnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI