Magic Garden Berulang Tahun: Sebuah Kelas Belajar di Nuanu dengan Delapan Pengalaman yang Berbeda

IMG-20251205-WA0000
Foto: Magic Garden, fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2 dalam Nuanu Creative City. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Tabanan — Satu tahun lalu, Nuanu Creative City yang berkomitmen mendedikasikan 70% lahan sebagai ruang hijau dan menjadikan sebagian besar ruang tersebut sebagai habitat bagi fauna kecil yang bermanfaat dan juga spesies flora asli. Kemudian, Magic Garden dibangun sebagai penanggung jawab dalam menjalankan visi ini, terutama dalam pembelajaran regenerasi, keanekaragaman hayati, dan lingkungan.

Dalam waktu 12 bulan, fasilitas ini telah berkembang menjadi ekosistem bagi anggrek, tanaman asli, kupu-kupu, dan juga para serangga penyerbuk (pollinators), dari tiga fasilitas menjadi delapan, salah satunya adalah yang paling ditunggu-tunggu, The Glow Project yang akan diluncurkan secara resmi tahun 2026. Perkembangan ini adalah cerminan dari posisi Magic Garden sebagai fasilitas yang paling populer di Nuanu untuk belajar dan beraktivitas secara menyeluruh dengan alam bersama keluarga.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director, Nuanu Creative City. “Membangun kembali habitat lebih dari sekadar mengadakan rumah bagi para serangga, tapi juga merupakan warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung, mendorong kepedulian mereka terhadap alam sebagaimana mestinya.”

Berita Terkait:  Nuanu Bawa Musik Elektronik Indonesia ke Panggung Utama di Malam Tahun Baru

Magic Garden diluncurkan pada tahun 2024, menghadirkan Kebun Kupu-Kupu (Butterfly Garden), Galeri Botani (Botanical Gallery), dan Taman Anggrek (Orchid Galore). Dalam setahun, Magic Garden ini mempertajam keanekaragaman hayatinya — dari menjaga tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu 10x lipat lebih tinggi dibandingkan di alam liar sampai menambah koleksi flora asli dan juga program reforestasi Miyawaki. Pertumbuhan ini terlihat dari penambahan lima fasilitas: Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, dan juga tampilan awal dari The Glow Project. Penambahan ini menjadikan Magic Garden sebagai destinasi edukatif utama bagi murid sekolah dan keluarga di Bali, menawarkan pengalaman belajar dan interaksi secara langsung dengan alam.

Di samping penambahan fasilitas, Magic Garden juga menjalankan berbagai macam inisiatif penting, dari melepasliarkan 14,000 lebih kupu-kupu, 30+ kerja sama dengan sekolah, dan mendedikasikan ruang untuk flora bali yang terancam. Sebagai bagian dari ekosistem Nuanu, Magic Garden turut berpartisipasi untuk menyediakan lokakarya (workshop), sebanyak 21 lokakarya (terrarium dan kokedama). Tempat ini juga merupakan rumah bagi salah satu bunga nasional Indonesia, yaitu Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) dan menjalankan pameran pertama dalam Labyrinth Art Gallery, dengan tema Liana Reverie.

Untuk merayakan ulang tahun pertamanya, Magic Garden memberi sedikit cuplikan dari The Glow Project, yang sudah dikembangkan selama dua tahun. Pengalaman ini menghadirkan 13 organisme bioluminesen dan 31 spesies tanaman fluoresen, masing-masing dipilih berdasarkan relevansi ekologis dan nilai edukatifnya. Proyek ini memperkenalkan pengunjung bagaimana cara organisme menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, beradaptasi, dan bertahan hidup, serta bagaimana mekanisme alami tersebut berkontribusi pada kesehatan ekosistem secara keseluruhan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Traktir Generasi Muda di Tiga Usaha Lokal ini, Berbagi Kasih di Rahina Tumpek Krulut

“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi. Mengelola proyek ini mengajarkan saya bahwa tanggung jawab kami bukan hanya merawat ruang tersebut, tetapi juga menghadirkan pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden. “Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka.”

Berita Terkait:  Wabup Ipat Buka Muscab LVRI, Tekankan Peran Veteran dalam Menjaga Nilai Kebangsaan

The Glow Project akan dibuka tahun 2026 khusus pada malam hari dengan harga Rp250.000 per orang. Pengalaman hanya bisa dinikmati bersama pemandu khusus untuk melihat organisme yang menyala secara dekat dan belajar tentang peran ekologisnya.

Memasuki tahun kedua, Magic Garden terus menjadi kelas belajar yang hidup. Sebuah kelas di mana percakapan, kreativitas, dan pembelajaran berbasis komunitas bertemu secara bersamaan. Ulang tahun ini menandakan perjalanan Magic Garden yang terus berlanjut, merawat keanekaragaman hayati dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap alam di seluruh Bali melalui pendekatan yang tidak biasa dan berinteraksi secara langsung. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI