Cocok buat Healing, 5 Destinasi Wisata Bali Utara Hidden Gem Tawarkan Liburan Berbeda

BARO DES F 1
Wisata keluarga asik dan seru di Bukit Teletubbies Kubutambahan, Bali Utara. (barometerbali/dok.net)

Barometerbali.com | Denpasar – Kalau mendengar wisata Bali, yang terlintas pertama kali pasti Kuta, Ubud, Seminyak, atau Canggu.

Nggak heran sih, karena kawasan Bali Selatan memang jadi pusat destinasi populer dengan banyak spot Instagramablebeach club, hingga penginapan mewah.

Tapi kamu tahu nggak kalau Bali Utara juga punya keindahan alam yang nggak kalah menakjubkan?

Terutama di Kabupaten Buleleng dengan ragam destinasi tersembunyi yang masih alami, asri dan jauh dari keramaian turis.

Cocok buat kamu yang butuh suasana tenang, udara sejuk dan pengalaman liburan yang berbeda.

Mungkin kamu sudah sering mendengar pesona Pantai Lovina yang jadi lokasi buat menyapa lumba-lumba, atau Pantai Pemuteran dengan keindahan terumbu karangnya.

Tapi wisata Bali Utara ngga cuma itu, masih banyak destinasi lainnya yang mesti kamu ulik.

Berikut ini 5 rekomendasi yang wajib masuk bucket list saat liburan ke pulau dewata.

1. Pantai Panimbangan – Pantai kota buat menikmati sunset

Pantai Panimbangan terletak di salah satu pusat keramaian Kabupaten Buleleng.

Tepatnya di kawasan Singaraja yang dulu pernah jadi ibu kota Bali.

Berita Terkait:  Yuk Cari Tahu! Apa Arti Condotel dan Bedanya dengan Hotel Biasa? 

Kalau air sedang surut, kamu bisa bermain di tepian pantai.

Tapi saat air laut pasang, kamu juga masih bisa nongkrong di warung sekitar pantai sambil menikmati pesona matahari terbenam.

2. Air Terjun Sekumpul – Salah satu air terjun terindah di Bali

Buat kamu pecinta alam dan petualangan,

Air Terjun Sekumpul adalah destinasi wajib saat liburan ke Bali Utara.

Berada di Desa Sekumpul, air terjun ini sering disebut sebagai yang terindah di Bali.

Destinasi wisata ini punya tujuh air terjun yang berjajar di antara tebing-tebing tinggi dan dikelilingi hutan tropis yang rimbun.

Buat bisa sampai kesana, kamu perlu trekking sekitar 45 menit melewati jalan berbatu, anak tangga curam, dan menyusuri sungai kecil.

Tapi tenang, perjuangan itu bakal terbayar saat melihat keindahan air terjun setinggi 80 meter di tengah alam yang masih asri tersebut.

Karena medannya cukup menantang, sebaiknya gunakan jasa pemandu lokal.

Jangan lupa juga bawa baju ganti.

Karena rugi banget kalau nggak main basah-basahan disana.

3. Bukit Teletubbies Kubutambahan – Bukit hijau instagramable

Salah satu wisata Bali Utara yang masih jarang dijamah wisatawan adalah Bukit Teletubbies di kawasan Kubutambahan.

Berita Terkait:  Healing Trip di Bali: Tempat Retreat untuk Pengalaman Spiritual yang Autentik

Nama “Teletubbies” muncul karena bentuk bukitnya yang bulat-bulat hijau, mirip background serial anak-anak, Teletubbies.

Kalau kamu menyukai fotografi dan mau konten Instagram yang beda, tempat ini cocok banget.

Waktu terbaik buat datang kesini adalah saat pagi atau sore jelang matahari terbenam.

Pada waktu-waktu tersebut, cahaya matahari bakal menyinari bukit secara dramatis yang membuat warnanya jadi estetik natural.

Udara disini juga cukup sejuk, cocok buat healing singkat dari rutinitas.

4. Danau Tamblingan – Mistis dan magis di balik kabut

Berbeda dengan Danau Danu Beratan yang ramai pengunjung, Danau Tamblingan menawarkan suasana hening yang lebih magis.

Berada di kaki Gunung Lesung, danau ini dikelilingi hutan hujan tropis dan sering diselimuti kabut pagi yang menambah nuansa mistis.

Salah satu kegiatan menarik di sini adalah menaiki perahu tradisional (jukung) menyusuri danau.

Selain itu, kamu juga bisa trekking di kawasan hutan, dan menjelajahi pura-pura kuno seperti Pura Dalem Tamblingan.

Berita Terkait:  5 Festival Tahunan yang Digelar di Bali, Menarik Dikunjungi saat Liburan Keluarga

Destinasi ini cocok banget buat kamu yang mau merasakan pengalaman spiritual, meditasi, atau sekadar menikmati keheningan alam.

Waktu terbaik mengunjungi danau ini adalah saat sunrise (jam 5.30 WITA), atau sunset (jam 18.00 WITA).

Karena danau ini berada di ketinggian 1.000 mdpl, udaranya cukup dingin dan membuat cuaca sulit diprediksi.

Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba turun hujan dan kabut tebal.

5. Dapur Bali Mula – Kuliner tradisional dengan sentuhan budaya lokal

Kalau mau merasakan kuliner khas Bali Utara yang autentik, coba mampir ke Dapur Bali Mula di Desa Les, Tejakula.

Tempat ini bukan cuma restoran biasa, tapi juga pusat edukasi budaya dan kuliner Bali Aga, salah satu budaya tertua di Bali.

Disini tersedia makanan dengan resep turun-temurun, dimasak dengan teknik tradisional, dan bahan-bahan organik dari kebun sendiri.

Bahkan kamu juga bisa ikut kelas memasak tradisional, belajar filosofi makanan Bali, hingga tur desa.

Uniknya, tempat ini nggak mematok harga buat makanan yang dijual.

Semua tamu yang datang cukup membayar secara sukarela. Wah seru! (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI