Tim SAR Evakuasi Korban di Tengah Laut Cuaca Ekstrem

IMG-20251216-WA0004
Foto: Jukung terbalik dihantam ombak dan 5 orang dikabarkan terombang-ambing di tengah laut, Perairan Nusa Dua, Senin (15/12/2025) malam. (barometerbali/ay/rah)

Barometer Bali | Benoa – Jukung terbalik dihantam ombak dan 5 orang dikabarkan terombang-ambing di tengah laut, Perairan Nusa Dua, Senin (15/12/2025) malam. Informasi yang diperoleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bahwa perkiraan waktu kejadian adalah pukul 18.00 Wita. “Infonya kami terima 30 menit setelah kejadian dari Bapak Mudita, meminta pertolongan segera,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar

Sesaat setelah mendapatkan laporan, diberangkatkan 5 orang personel menuju Pelabuhan Benoa untuk menggerakkan Rigid Inflatable Boat (RIB). “Proses evakuasi malam ini sangat beresiko, hujan deras, angin kencang dan kondisi gelombang laut tinggi,” pungkas Sidakarya. Evakuasi malam hari di tengah lautan dengan keadaan menantang bahaya terpaksa dilakukan, demi memperjuangkan peluang korban bisa ditemukan selamat. “Adanya pergerakan tim SAR yang beresiko tinggi, tetap yang diutamakan adalah keselamatan personel, maka tidak putus-putusnya selalu memantau pergerakan RIB,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Sejak 2021, PPATK Catat 1900 Transaksi Keuangan Dilakukan Pelaku Thrifting ke Korsel

Pukul 19.30 wita jukung dengan 2 POB berhasil ditolong oleh nelayan dan sudah sandar di Pantai Samuh, Nusa Dua dalam keadaan selamat. Pada pukul 20.15 Wiya tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 korban lainnya dalam keadaan selamat dan selanjutnya dibawa ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa. RIB kembali sandar sekitar pukul 21.15 Wita. Diketahui identitas korban atas nama; I Wayan Rawan Atmaja (65), I Made Sudarna (43), Saiful (35), Mangku Desel (50) dan Agung Adi/Jelih (28). Unsur SAR gabungan yang terlibat selama pencarian berlangsung yakni Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, TNI AL, masyarakat dan pihak keluarga korban.

Berita Terkait:  Diduga B*n*h D*ri, Pemuda Ini Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Tukad Bangkung

Pemerintah melalui BMKG telah memberikan peringatan agar masyarakat menghindari aktivitas di lautan, mengingat masih adanya bibit siklon 93 S. Dimana kondisi ini memberikan dampak cuaca buruk, termasuk di seputaran wilayah Bali dan lautan sekitarnya.

“Kembali dan kembali kami peringatkan, hindari dahulu aktivitas di perairan, gunung ataupun alam terbuka lainnya, diperkirakan kondisi cuaca buruk ini akan berlangsung hingga bulan Januari, meskipun diprediksi diantara waktu tersebut sempat mereda,” tutup Sidakarya.

Berita Terkait:  Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil di Depan SPBU Bandara Ngurah Rai

Ia mengharapkan agar masyarakat selalu perhatikan keselamatan diri, khususnya saat melaut, harus sedia alat keselamatan, pantau informasi resmi BMKG sebelum berangkat dan pastikan jukung atau perahu yang digunakan dalam keadaan baik. (ay/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI