DISCLAIMER: Berita ini disajikan semata-mata sebagai informasi dan tidak dimaksudkan untuk mendorong, membenarkan, atau menormalisasi tindakan yang membahayakan diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis, depresi, atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Konsultasikan kondisi Anda kepada psikolog, psikiater, layanan kesehatan mental, atau pihak berkompeten lainnya agar memperoleh pendampingan dan penanganan yang tepat.
Barometer Bali | Badung – Seorang perempuan Warga Negara (WN) Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di garasi rumahnya di Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2026). Korban diduga nekat mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga rumah, Ni Wayan Lastri (50). Saat hendak mematikan lampu garasi, ia terkejut mendapati korban sudah tidak bernyawa. Temuan itu segera dilaporkan kepada keluarga dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Pegawai Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan personel Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di garasi rumah dan pada tubuhnya sudah tampak lebam mayat,” ujar Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sepucuk surat yang ditinggalkan korban di atas meja makan. Dalam surat tersebut, VG mengungkapkan keputusasaan akibat persoalan ekonomi yang dihadapinya.
“Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan,” demikian salah satu isi pesan korban.
Surat itu juga memuat sejumlah pesan terakhir, di antaranya permintaan agar kucing peliharaannya dirawat, pakaian disumbangkan kepada yang membutuhkan, serta perabotan rumah digunakan seperlunya. Korban bahkan menyatakan kesediaannya menjadi donor organ.
Selain itu, VG meninggalkan uang sebesar Rp60 juta untuk biaya kremasi, dengan permintaan agar prosesi dilakukan secara sederhana dan abu jenazah dilarung ke laut. Ia juga meminta agar pihak keluarga memberi kabar kepada saudaranya berinisial TG.
Berdasarkan temuan tersebut, kepolisian menduga korban mengakhiri hidup karena depresi. Jenazah VG telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut. (red)











