Tribute to Kadek Suardana, Merawat Api Visioner “Bali Berkesenian” ala Sanggar Putih

Screenshot_20260207_084008_InCollage - Collage Maker
Sosok Kadek Suardana (kiri) tak hanya sutradara, tetapi juga arsitek panggung yang berhasil merajut tradisi Bali ke teater kontemporer berani dan reflektif dan pengisi acara (kanan). (barometerbali/grafis/shdw)

Barometer Bali | Denpasar – Dunia teater Bali dinilai tak pernah benar-benar bisa melepaskan bayang-bayang almarhum Kadek Suardana. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai sutradara, tetapi juga arsitek panggung yang berhasil merajut tradisi Bali ke dalam bahasa teater kontemporer yang berani dan reflektif.

Hal itu disampaikan Gede Joni Suhartawan, salah satu pendiri Sanggar Putih, menjelang pelaksanaan perhelatan budaya bertajuk “Tribute to Kadek Suardana” yang akan digelar Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 18.00 Wita, bertempat di Kalangan Ayodhya, Taman Budaya Art Center, Denpasar.

“Kadek Suardana bukan sekadar pelaku teater. Ia adalah penggagas cara berpikir. Ia menempatkan tradisi bukan sebagai artefak masa lalu, melainkan sebagai energi hidup yang terus bisa ditafsirkan ulang,” ujar Gede Joni.

Ketua Panitia Ketut Yuliarsa menambahkan perhelatan Tribute to Kadek Suardana tidak dimaksudkan sebagai seremoni duka, melainkan sebagai perayaan gagasan dan keberanian artistik yang selama ini menjadi napas Sanggar Putih.

Berita Terkait:  Bikin Bangga! Mengenal 9 Tarian Bali yang Diakui UNESCO, Warisan Budaya Tak Benda

“Acara ini kami rancang sebagai ruang merawat api visioner ‘Bali Berkesenian’ yang selama ini diperjuangkan Kadek. Ini adalah perayaan ide, proses, dan keberanian untuk terus bereksperimen,” kata Yuliarsa didampingi Dewa Sahadewa.

Yuliarsa menjelaskan, eksplorasi estetik Kadek Suardana yang tumbuh melalui Sanggar Putih dan Yayasan Arti akan kembali diresonansikan melalui sejumlah agenda utama. Mulai dari performance art oleh seniman dan murid-murid yang pernah terlibat langsung dalam proses kreatif Kadek, dialog budaya yang membedah posisi teater Bali dalam konteks global, hingga peluncuran dan diskusi buku “Srenggi”.

Selain itu, acara juga akan diisi Orasi Kebudayaan oleh Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, yang dinilai memiliki kedekatan historis dan batin dengan perjalanan kreatif Kadek Suardana.

“Beliau bukan hanya hadir sebagai akademisi atau tokoh hukum, tetapi sebagai saksi sejarah perjalanan batin Kadek Suardana di Sanggar Putih,” pungkas Yuliarsa.

Rangkaian acara akan diawali dengan sekapur sirih dari Ketua Panitia Ketut Yuliarsa, dilanjutkan Tari Topeng Tuan Tepis oleh Prof. Wayan Dibia yang diiringi pembacaan puisi. Acara kemudian berlanjut dengan diskusi buku, pemutaran video kenangan oleh Arva Lolink—putra almarhum Kadek Suardana—serta berbagai pementasan teater, kolaborasi musik, pembacaan puisi Gambuh, hingga performing art kolaboratif Nyoman Erawan & Yudane bertajuk “The Gyre”.

Berita Terkait:  Koster Tegaskan Produk Lokal Tak Pakai Aksara Bali Tak Boleh Dipasarkan

“Kami ingin menegaskan bahwa meski raga Kadek Suardana telah tiada, ‘putih’ dalam Sanggar Putih tetaplah kanvas terbuka. Siapa pun boleh hadir, memberi warna, dan melanjutkan keberanian artistik itu,” tutup Gede Joni.

Perhelatan Tribute to Kadek Suardana terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang temu lintas generasi bagi para pegiat seni dan pecinta kebudayaan Bali.

Detail Perhelatan
Acara Start jam 18.30 Wita

Penanggung Jawab Acara: Ketut Yuliarsa
Wakil: Sahadewa

Kordinator Acara: IB Anom Putra & Ngurah Dibia
MC: Gek Panca & Ngurah Dibia

Stage Manager: Dewa Jayendra
Asisten: Hendra Utay

Berita Terkait:  Dari Akademisi ke Jalan Kerohanian, Mantan Warek ITB STIKOM Bali Didiksa Jadi Sulinggih

18.30 – 18.45 – Sekapur Sirih dari Ketua Panitia Ketut Yuliarsa

Dilanjutkan dengan Tari Topeng Tuan Tepis oleh Prof Wayan Dibia diiringi pembacaan puisi oleh April Artison

18.45 – 19.45 – Launching dan Diskusi Buku dengan Moderator Prof Darma Putra

19.45 – 20.00 – Pemutaran video dengan pengantar oleh Arva Lolink (Putra alm Kadek Suardana)

20.00. 20.15 – Kudapan dan persiapan panggung

Foto bersama

20.15 – 20.30 – Pementasan Monolog Topeng-Topeng, Teater Universitas Warmadewa

20.30 – 21.00 – Kolaborasi Musik Ketut Lanus & Mas Ruscita Dewi, Teater Jungut Sari

21.00 – 21. 30 – Enggang Enggung Nukilan Puisi Gambuh Masutasoma, Sanggar Bumi Bajra Sandhi

21.30 – 22.00 Performing Art ” The Gyre” kolaborasi Nyoman Erawan dan Wayan Gede Yudane

22.00 – Penutup
MC (red)

Kontak informasi:
Ngurah Dibia
WA: 085101404007
Email: gusti.dibia@gmail.com

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI