Labyrinth Art Gallery Hadirkan Pemeran Bertajuk Semburat Bali untuk Membaca Bali dari Realitas Hari Ini

SAVE_20260208_094254
Labyrinth Art Gallery di Nuanu Creative City gelar pameran bertajuk Semburat Bali, pada Sabtu (7/2/2026) (Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Labyrinth Art Gallery di Nuanu Creative City menghadirkan sebuah pameran yang bertajuk “Semburat Bali” pameran ini cukup sederhana yang mengajak publik melihat Bali dari sudut pandang keseharian yang dijalani hari ini bukan sebagai citra yang beku, melainkan sebagai ruang hidup yang terus berubah. Pameran ini berlangsung dari 7 Februari dan hingga 22 Maret 2026.

Pameran yang dikuratori oleh Samuel David, Semburat Bali menampilkan karya 12 seniman yang praktik artistiknya tumbuh dari pengalaman sosial dan budaya di Bali.

Melalui berbagai medium dan pendekatan, pameran ini menyoroti bagaimana tradisi, kehidupan spiritual, budaya digital, migrasi, serta perkembangan kawasan hadir secara bersamaan dalam kehidupan masyarakat Bali masa kini.

Berlatar di kawasan kreatif Nuanu Creative City seluas 44 hektar, pameran ini mempertemukan beragam cara pandang tentang Bali yang lahir dari pengalaman hidup yang berbeda-beda. Lapisan-lapisan kehidupan tersebut kerap berjalan beriringan kadang selaras, kadang bertabrakan dan membentuk dinamika keseharian yang kompleks.

Berita Terkait:  Sidang Togar Situmorang, Saksi JPU Dinilai Tak Sinkron BAP

“Nuanu dibangun di Bali, dan harus relevan dengan konteks Bali itu sendiri,” ujar Kelsang Dolma, Gallery Director Labyrinth Art Gallery. “Pulau ini berubah dengan cepat. Tradisi dan praktik kontemporer tidak saling menggantikan, melainkan berjalan paralel. Labyrinth hadir untuk memberi ruang bagi seniman agar merespons realitas tersebut secara jujur,” tambahnya.

Para seniman yang terlibat dalam Semburat Bali berasal dari latar belakang yang beragam. Sebagian lahir dan besar di Bali, sementara lainnya datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan kini menjadi bagian dari jejaring sosial serta kehidupan sehari-hari di pulau ini. Perbedaan pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi beragam perspektif yang ditawarkan dalam pameran.

Berita Terkait:  Kuasa Hukum Kepala BPN Bali, Optimis Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan

Menurut kurator Samuel David, Semburat Bali tidak dimaksudkan untuk mendefinisikan Bali sebagai sesuatu yang tunggal atau final.

“Pameran ini tidak berusaha mendefinisikan Bali sebagai sesuatu yang final,” ujarnya.

“Secara personal, sejak empat tahun lalu pindah dari Jakarta ke Bali, saya harus banyak belajar ulang dan melepaskan banyak asumsi. Berdialog lebih dekat dengan rekan-rekan di Bali membuat saya melihat Bali melampaui wajah ornamen yang sering ditampilkan,”pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa pameran ini justru memberi ruang bagi kompleksitas yang kerap dihindari.
“Pameran ini menawarkan pandangan lebih dekat pada realitas sehari-hari dan gagasan-gagasan yang hidup di dalamnya. Alih-alih menghindari hal-hal yang rumit, kami memberi ruang agar kompleksitas itu bisa hadir bersama,” kata Samuel.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tinjau Progres Pengerjaan Fasilitas Pendukung Turyapada Tower

Adapun seniman yang berpartisipasi dalam Semburat Bali antara lain Agus Mediana, Eka Sutha, I Gede Sukarya, I Wayan Piki Suyersa, Imam Sucahyo, Made Wahyu Senayadi, Putu Septa, Rio Saren, Sarita Ibnoe, Suartama Bijal, Sugiada Anduk, serta Ni Wayan Wicitra Pradnyaratih.

Bagi Nuanu Creative City, pameran ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem kreatif yang peka terhadap konteks lokal. Seni diposisikan sebagai ruang pertemuan antara seniman, publik, dan lingkungan, tempat gagasan tumbuh melalui dialog dan pertukaran.

Sejalan dengan visi tersebut, Labyrinth Art Gallery berfungsi tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai ruang dialog. Melalui Semburat Bali, Labyrinth menghadirkan seni sebagai medium untuk mengamati, mempertanyakan, dan memahami kompleksitas Bali sebagaimana ia dijalani hari ini.***

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI