Rendang Masih Jadi Jawara! 7 Kuliner Asli Indonesia yang Rasanya Enak dan Mendunia

BARO FEB F 11
Meski mudah dibuat, tapi tak semua penjual gado-gado punya resep rahasia yang enak, yang memikat lidah banyak orang. (barometerbali/dok.iStock)

Barometerbali.com | Denpasar – Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dunia berkat kekayaan rempah dan ragam tradisi memasaknya.

Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki hidangan khas yang bukan hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir hingga 2026, popularitas makanan tradisional Indonesia semakin meningkat di kancah global.

Berbagai hidangan Nusantara masuk dalam daftar makanan terenak dunia, dipromosikan melalui festival kuliner, restoran internasional, hingga diplomasi budaya.

Tak heran jika kini banyak wisatawan mancanegara datang ke Indonesia dengan misi khusus: berburu kuliner autentik.

Berikut ini tujuh makanan tradisional Indonesia yang paling terkenal hingga mancanegara dan menjadi kebanggaan nasional.

1. Rendang (Sumatra Barat)

Rendang menjadi ikon kuliner Indonesia yang paling mendunia. Hidangan khas Minangkabau ini secara konsisten menempati peringkat teratas dalam daftar makanan terenak di dunia versi berbagai lembaga kuliner internasional.

Proses memasak rendang memakan waktu berjam-jam dengan santan kental dan rempah-rempah melimpah. Teknik memasak ini menghasilkan daging yang empuk, kaya rasa, dan tahan lama.

Di luar negeri, rendang banyak disajikan di restoran Indonesia maupun Asia Tenggara.

Berita Terkait:  Alasan Wisatawan Mengunjungi Destinasi Liburan yang Sama, Apa Saja?

Cita rasanya yang kompleks membuatnya mudah diterima oleh lidah global, sekaligus menjadi duta kuliner Sumatra Barat.

2. Sate (Jawa)

Sate, khususnya sate kambing, mencatat prestasi gemilang pada awal 2026 dengan memuncaki daftar kuliner terlezat di Asia versi TasteAtlas.

Hidangan ini menjadi favorit karena aroma bakaran dan bumbu yang khas.

Potongan daging yang ditusuk dan dibakar ini disajikan dengan saus kacang atau kecap berbumbu.

Kombinasi rasa manis, gurih, dan smoky membuat sate digemari wisatawan asing.

Di berbagai negara, sate kerap hadir dalam festival makanan internasional dan menu restoran Asia, menegaskan posisinya sebagai kuliner Jawa yang mendunia.

3. Nasi Goreng

Nasi goreng dikenal luas sebagai hidangan nasional Indonesia.

Kepopulerannya tak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga merambah berbagai belahan dunia.

Ciri khas nasi goreng Indonesia terletak pada penggunaan kecap manis dan bumbu sederhana namun kaya rasa.

Hidangan ini fleksibel karena bisa dipadukan dengan telur, ayam, seafood, atau sayuran.

Nasi goreng kerap disajikan dalam acara kenegaraan, pameran budaya, hingga restoran internasional, menjadikannya salah satu wajah kuliner Indonesia di mata dunia.

4. Rawon (Jawa Timur)

Rawon merupakan sup daging khas Jawa Timur yang dikenal dengan kuah hitam pekat dari kluwek.

Berita Terkait:  Fasilitasnya Gak Biasa! 5 Hotel di Kintamani Bali Ini Cocok untuk Honeymoon

Keunikan warna dan rasanya membuat rawon menarik perhatian pencinta kuliner global.

Pada periode 2025–2026, rawon dinobatkan sebagai salah satu sup terbaik dunia.

Cita rasa gurih, sedikit pahit, dan kaya rempah menjadi daya tarik utamanya.

Keberhasilan rawon di tingkat internasional membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia mampu bersaing dengan hidangan klasik dunia.

5. Gado-Gado (Jakarta)

Gado-gado sering dijuluki sebagai “Indonesian Salad” oleh masyarakat internasional.

Hidangan ini terdiri dari sayuran rebus, tahu, tempe, dan disiram saus kacang kental.

Popularitas gado-gado meningkat di kalangan vegetarian dan vegan di mancanegara karena komposisinya yang sehat dan bergizi.

Saus kacangnya memberikan rasa khas yang sulit ditemukan pada salad negara lain.

Gado-gado juga kerap dipromosikan dalam event kuliner internasional sebagai representasi makanan sehat khas Indonesia.

6. Pempek (Palembang)

Pempek adalah makanan khas Palembang berbahan dasar ikan dan sagu yang telah dikenal luas di luar negeri.

Teksturnya yang kenyal menjadi ciri khas utama hidangan ini.

Keunikan pempek semakin kuat berkat kuah cuko yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas.

Berita Terkait:  Sekda Bali Dorong Kolaborasi, Kunjungan Wisman Naik, PHRI Soroti Okupansi Hotel Menyusut

Perpaduan rasa tersebut membuat pempek mudah diingat oleh penikmat kuliner global.

Pempek sering hadir dalam pameran makanan internasional dan menjadi camilan favorit yang merepresentasikan kuliner Sumatra Selatan.

7. Soto (berbagai daerah)

Soto merupakan hidangan berkuah khas Indonesia dengan beragam varian daerah, seperti Soto Betawi dan Soto Lamongan.

Keanekaragaman ini justru menjadi kekuatan soto di mata dunia.

Melalui kampanye diplomasi kuliner pemerintah, soto semakin dikenal oleh masyarakat internasional.

Kuahnya yang hangat dan kaya rempah dianggap mencerminkan karakter masakan Indonesia.

Saat ini, soto mulai banyak disajikan di restoran Indonesia di luar negeri sebagai comfort food khas Nusantara.

Popularitas tujuh makanan tradisional Indonesia di mancanegara membuktikan bahwa kekayaan kuliner Nusantara memiliki daya saing global.

Setiap hidangan tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita budaya dan sejarah panjang di baliknya.

Dengan promosi yang berkelanjutan dan dukungan diplomasi kuliner, makanan tradisional Indonesia berpotensi semakin dikenal dan dicintai dunia.

Informasi lebih lengkap tentang kekayaan kuliner Nusantara dapat diakses melalui platform resmi Wonderful Indonesia yang dikelola Kemenparekraf. (ari)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI