Objek Wisata Religi, Pura Bukit Mentik: Tempat Suci Hindu Bali yang Sarat Misteri dan Sejarah

BARO FEB F 27
Pura Bukit Mentik di Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Bali. (barometerbali/dok.baliexpress)

Barometerbali.com | Bangli – Kintamani sering kali identik dengan Pura Ulun Danu Batur yang megah, namun ternyata di kaki Gunung Batur terdapat pura-pura yang lebih tua dan sarat dengan nilai sejarah, salah satunya adalah Pura Bukit Mentik.

Terletak di Desa Adat Batur, Kintamani, tempat suci Hindu Bali ini menyimpan kisah mistis yang belum banyak diketahui oleh publik.

Perjalanan Menuju Pura Bukit Mentik

Pura Bukit Mentik berdiri di sebuah miung (bundaran) yang terletak di sekitar Gunung Batur.

Dari Denpasar, perjalanan menuju pura ini memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Anda harus menuju ke arah Pasar Payangan, lalu melanjutkan perjalanan ke utara sejauh sembilan kilometer hingga tiba di perempatan Batur.

Dari sana, Anda perlu mengambil jalan kecil yang menurun sejauh lima kilometer hingga tiba di jaba pura yang dikelilingi oleh medan berpasir.

Namun, berhati-hatilah, terutama saat musim hujan karena jalanan bisa tergenang air dan rusak.

Perjalanan menuju pura ini tidaklah mudah.

Truk-truk galian C sering kali mengisi jalur tersebut, terutama di pagi dan siang hari, sehingga perlu kesabaran ekstra untuk melewati jalanan sempit dan rusak yang rawan membuat truk mogok.

Berita Terkait:  Wah Ada Sate Kambing! Ini 5 Hidangan Terbaik di Dunia Tahun 2026 versi TasteAtlas

Karena itu, mereka yang ingin nangkil ke Pura Bukit Mentik harus mempersiapkan mental dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama rem, mengingat jalannya yang sangat curam dan hampir tidak ada penerangan jika harus melintas pada malam hari.

Sejarah dan Keunikan Pura Bukit Mentik

Pura Bukit Mentik memiliki sejarah yang mendahului Pura Batur.

Menurut Jero Penyarikan Pura Bukit Mentik, Jero Ardiyasa, sebelum Gunung Batur meletus, Pura Batur berada di bawah, namun kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini.

Berbeda dengan Pura Bukit Mentik yang tetap bertahan di tempat asalnya, meskipun terdapat pura lain yang saling berkaitan seperti Pura Jati, Pura Prapen, Pura Mas Mampeh, dan Pura Taman Sari.

“Pura Bukit Mentik awalnya berupa sebuah palinggih di sekitar Tukad Miung dan juga ditemukan Pura Blong di selatan pura ini,” ungkapnya.

Nama Pura Bukit Mentik sendiri berasal dari sebuah bukit di areal Tukad Miung, yang menjadi tempat awal berdirinya pura.

Di utara pura juga terdapat Tukad Malilit yang memiliki sejarah tersendiri dalam perkembangan pura ini.

Struktur dan Upacara di Pura Bukit Mentik

Berita Terkait:  Serunya Berkunjung ke Mason Elephant Park dan Bertemu Gajah Sumatera di Bali

Pura ini terdiri atas tiga mandala. Pada nista mandala, terdapat sebuah wantilan yang digunakan untuk makemit saat piodalan atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan upacara di pura.

Di jaba tengah pura, terdapat tiga candi yang dikenal sebagai sanggar tiga, tempat pemujaan Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa, yang diyakini bertugas menciptakan, memelihara, dan memusnahkan dunia ini.

Di jaba tengah juga terdapat meru berjumlah tiga yang merupakan pengayatan Ida Bhatara Kentel Bumi.

Sementara di utama mandala, terdapat palinggih yang disebut pamedalan alit, tempat bersthana Ratu Ayu Panca Kerti.

Piodalan di Pura Bukit Mentik diselenggarakan lima kali setahun, yakni pada purnama katiga, purnama kapat, purnama kalima, purnama sasih kasa, dan ngusaba.

Namun, piodalan khusus Pura Bukit Mentik digelar pada purnama kapat dan berlangsung selama lima hari, berbeda dengan piodalan lainnya yang hanya satu hari.

Kisah Pengalaman Mistis di Pura Bukit Mentik

Pura Bukit Mentik juga dikenal dengan kekuatan magisnya yang menarik banyak orang untuk nangkil, termasuk pejabat-pejabat yang telah berhasil dalam kariernya.

Ardiyasa mengisahkan bahwa tak jarang orang yang pernah nangkil kembali ke pura ini untuk mengucapkan terima kasih dengan dana punia atau sekadar sembahyang.

Berita Terkait:  5 Daya Tarik Bali Jadi Destinasi Pernikahan Favorit Selebritis Tanah Air maupun Mancanegara

Bahkan, beberapa orang yang sebelumnya tidak dikenal, kemudian datang kembali setelah mencapai keberhasilan tertentu, seperti pejabat yang pernah bertemu dengan Ardiyasa.

Ardiyasa juga menyarankan agar mereka yang ingin menghaturkan sesuatu tidak berupa uang, melainkan benda yang disertai dengan niat tulus dan ikhlas dalam beryadnya.

Penjagaan dan Pengabdian di Pura Bukit Mentik

Menurut Prajuru Pura Bukit Mentik, I Wayan Laba, pura ini selalu dijaga selama 24 jam oleh kelompok krama yang bertugas secara bergiliran.

Setiap lima belas hari sekali, krama yang bertugas diganti sesuai dengan dresta yang berlaku.

Laba yang sudah tiga tahun menjadi prajuru pura, juga bertugas sebagai juru sapuh dan memberitahukan krama serta pemangku ketika piodalan akan berlangsung.

Pura Bukit Mentik memang menyimpan banyak cerita mistis dan sejarah yang menjadikannya sebagai salah satu pura penting di Kintamani.

Nilai magis yang terkandung di dalamnya membuat pura ini menjadi tujuan spiritual yang penuh dengan daya tarik dan misteri yang patut untuk dijelajahi lebih dalam. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI