Lestarikan Jati Diri Bangsa, Sekda Bangli Buka Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026

IMG-20260209-WA0042_uWPkyK1W43
Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, secara resmi membuka penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bangli. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Bangli – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, secara resmi membuka penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bangli. Acara yang menjadi momentum penguatan budaya lokal ini dipusatkan di Balai Banjar Adat Griya Kawan pada Senin, 9 Februari 2026.

​Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa ” yang secara filosofis bermakna Taman Membangun Jiwa yang Maha Sempurna. Tema ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai fondasi dalam membangun karakter manusia yang utuh dan luhur.

Berita Terkait:  Sekda Dewa Indra Tegaskan Komitmen Bali Kendalikan Alih Fungsi Lahan dan Perkuat Penyerapan Pangan Lokal

​Acara tersebut di hadiri Ketua DPRD Kabupaten Bangli. ​Jajaran Forkopimda Kabupaten Bangli. ​Para Asisten, Staf Ahli, dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli. ​Ketua PHDI Kabupaten Bangli. ​Jro Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Bangli. ​Jero Penyarikan Duuran Batur.

Camat se-Kabupaten Bangli, Lurah Kawan, Bendesa Alitan MDA se-Kabupaten Bangli. ​Tokoh adat, pengurus MKKS SMA/SMK/SMP, K3S, serta para peserta lomba (Wimbakara).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa
​Dalam laporannya menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali tahun ini memfokuskan pada pelestarian di tingkat generasi muda melalui 6 jenis perlombaan yang digelar mulai tanggal 9 hingga 11 Februari 2026.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Ajak Imigrasi Aktif dan Konsisten Libatkan Satgas Awasi WNA di Bali

Cabang lomba tersebut meliputi: ​

  • Nyatua Bali (Bercerita) tingkat SD, ​
  • Wiwada (Debat Bahasa Bali) tingkat SMA/SMK,
  • ​Ngwacen Lontar (Membaca Lontar) tingkat SMA/SMK, ​Nyurat Aksara Bali tingkat SD,
  • ​Nyurat Lontar/Ngrupak tingkat SMP,
  • ​Sambrama Wacana (Pidato Bahasa Bali) tingkat SMP.

​Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018. Ia mengibaratkan bahasa dan sastra Bali sebagai bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia Bali.

​”Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali adalah getah dari pepohonan, darah bagi manusia, yang menyusup dan menjadi jiwa bagi kehidupan kita. Ini adalah identitas dan karakter masyarakat Bali yang sangat mulia,” ujar I Dewa Bagus Riana Putra.

Berita Terkait:  PLN Siapkan Action Plan Dukung Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” lewat Akselerasi Kendaraan Listrik

​Ia juga mengingatkan bahwa di tengah arus globalisasi yang tanpa batas, masyarakat tidak boleh hanya mempelajari bahasa Bali saat ada perlombaan saja.

“Jangan hanya belajar saat akan lomba atau mencari juara. Jadilah pelopor di masyarakat. Mari kita bangga menggunakan bahasa Bali dan busana adat Bali dalam keseharian sebagai wujud rasa sayang kita pada warisan leluhur,” tutupnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI