Barometer Bali | Denpasar – Pengamat Kebijakan Publik Umar Ibnu Alkhatab menilai positif kemajuan yang dicapai Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster sepanjang tahun 2025. Penilaian tersebut merujuk pada data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, yang menunjukkan sejumlah indikator perekonomian Bali mengalami kemajuan signifikan.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Bali meningkat dari 5,19 persen pada tahun 2024 menjadi 5,86 persen pada tahun 2025. Pada saat yang sama, angka kemiskinan juga berhasil ditekan hingga 3,42 persen pada September 2025, lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemi pada Maret 2019 yang berada di angka 3,79 persen. Capaian positif lainnya terlihat dari naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) Bali tahun 2025 menjadi 103,45, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 101,27, yang menandakan pendapatan petani semakin membaik.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tapi mencerminkan kerja serius pemerintah daerah di bawah Pak Koster dalam menggerakkan ekonomi rakyat,” ungkap Umar.
Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diiringi penurunan kemiskinan dan membaiknya NTP menunjukkan bahwa program-program populis yang dijalankan Pemprov Bali mulai berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah.
Umar menilai, capaian tersebut perlu dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh pada tahun 2026. Ia berharap Gubernur Koster terus memfokuskan kebijakan pada penguatan ekonomi lapisan bawah, terutama di wilayah pedesaan, agar kesejahteraan masyarakat semakin merata.
“Kalau ekonomi desa terus digenjot, bukan hanya kemiskinan yang turun, tapi pengangguran juga bisa ditekan lebih jauh,” katanya.
Ia merujuk data BPS yang mencatat tingkat pengangguran terbuka di pedesaan pada November 2025 berada di angka 1,07 persen, tergolong rendah. Menurut Umar, jika gairah ekonomi di desa terus tumbuh melalui sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi berbasis potensi lokal, angka pengangguran tersebut berpeluang turun lebih signifikan.
“Bahkan ini bisa mengubah peta demografi. Orang tidak lagi berbondong-bondong ke kota karena desa sudah menyediakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Umar juga mendorong agar Gubernur Koster tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali dengan menghadirkan regulasi dan terobosan kebijakan yang semakin populis dan berpihak pada rakyat. Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung pemimpin di tengah masyarakat.
“Pak Koster perlu terus turun ke lapangan, menyapa masyarakat, mendengar langsung persoalan mereka. Dari situ lahir kebijakan yang benar-benar pro rakyat dan tepat sasaran,” pungkas Umar. (red)











