Jaga Stabilitas Harga Di Bulan Ramadhan, Pemkab Jembrana “Gempur” Inflansi Lewat Pasar Murah

InCollage_20260215_150929593_RJHJr4zU7p
Foto: Pemkab Jembrana menyelenggarakan Gelar Pangan Murah yang berpusat di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, pada Minggu (15/2). (barometerbali/hum/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Melalui sinergi dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Jembrana menyelenggarakan Gelar Pangan Murah yang berpusat di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, pada Minggu (15/2).

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang jatuh dalam waktu berdekatan.
Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Berita Terkait:  Pemkab Jembrana Uji Coba Food Truck, Strategi Baru Promosikan Kuliner Lokal secara Dinamis

Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditi utama disediakan dengan harga di bawah pasar untuk meringankan beban ekonomi warga. Seperti beras dijual mulai harga Rp 58.000 per 5 Kg, gula pasir mulai Rp Rp 17.200/Kg dan minyak goreng mulai Rp 15.500/liter. Selain kebutuhan pokok tersebut, pasar murah ini juga menyediakan berbagai bumbu dapur, kue kering, hingga produk pangan olahan hasil UMKM lokal Jembrana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang meninjau langsung lokasi kegiatan menyampaikan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah secara menyeluruh.

Berita Terkait:  Pengawasan Rutin dengan Sidak, Satgas Pangan Polda Bali Sidak Incar Pedagang dan Distributor Nakal Jelang HBK

“Hari ini kita laksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menyambut HBKN. Sebentar lagi warga Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan Lebaran, yang waktunya hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Fokus utama kita adalah menjaga agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan di seluruh wilayah Jembrana,” ujar I Made Budiasa.

Lebih lanjut, Budiasa menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas volatile food. Meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas seperti cabai rawit, telur, dan ayam ras, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

Berita Terkait:  Pemkot Komitmen Wujudkan Denpasar Bersinar, Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Berantas Narkotika

“Harapan kita, melalui kerja sama dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang mendadak. Kita ingin harga sembako tetap stabil di Jembrana,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Loloan Barat dan sekitarnya. Sejak pagi, masyarakat telah memadati stan pangan untuk mendapatkan stok kebutuhan dapur. Kehadiran pasar murah ini dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dalam mengatur pengeluaran menjelang hari raya. (hum/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI