Pertamina Patra Niaga Lakukan Pengecekan Bersama Polairud, Dukung Percepatan Pemulihan Kawasan Mangrove Benoa

Screenshot_20260221_225052_WhatsAppBusiness
Terminal BBM Sanggaran sebagai lokasi terminal terdekat dari lokasi mangrove telah melaksanakan pengecekan bersama tim Polairud, Sabtu (21/2/2026) pagi. (barometerbali/alf)

Barometer Bali | Denpasar –  Pertamina Patra Niaga komitmen pelaksanaan proses bisnis mulai dari hulu hingga hilir dilaksanakan sesuai dengan kaidah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pemeriksaan berkala dan pelestarian lingkungan pun dilaksanakan upaya capaian keseimbangan operasional dan Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Jumat (20/2), beredar informasi adanya pohon mangrove yang mati secara mendadak di kawasan Benoa, persisnya di barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan yang diduga akibat kebocoran pipa BBM.

Berita Terkait:  Dari Tersangka hingga Dipercaya ke Pusat, I Made Daging Ditunjuk Tangani Sengketa Pertanahan Nasional

Menanggapi kejadian ini, Pertamina Patra Niaga sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, dalam keterangan persnya Sabtu (21/2/2026) pagi ini, Terminal BBM Sanggaran sebagai lokasi terminal terdekat telah melaksanakan pengecekan bersama tim Polairud. Hasil pengecekan visual, tidak ditemukan adanya lapisan minyak ataupun bau menyengat BBM.

“Pagi ini setelah pengecekan bersama Polairud, tim Terminal BBM Sanggaran juga telah menghadiri undangan rapat koordinasi dari DKLH Provinsi Bali. Sebagai tindaklanjut, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa,” papar Ahad.

Berita Terkait:  Dari Jalanan Bali ke Jayasabha, Gubernur Koster Tanggung Pendidikan untuk Tiga Anak Yatim

Selanjutnya Ahad juga menjelaskan, Pertamina akan melaksanakan percepatan pemulihan kawasan mangrove yang dalam prosesnya akan saling membantu dengan perusahaan terkait lainnya yang memiliki operasional di kawasan Benoa sebagaimana arahan dari DKLH Provinsi Bali.

“Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa. Pertamina mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, APH, dan lembaga setempat yang telah turut bekerjasama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan,” tutup Ahad.

Berita Terkait:  Polemik BPJS PBI Denpasar Memanas, Wali Kota Gunakan Diskresi demi Selamatkan Layanan Kesehatan Warga

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135. (rls)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI