Barometer Bali | Denpasar – Festival Harmoni Imlek 2577 bertajuk “Suara Pasar : Merajut Keberagaman dalam Bingkai Kebhinekaan” di Kota Denpasar, dimeriahkan parade seni di seputaran kawasan heritage Jalan Gajah Mada, Sabtu (21/2) sore.
Selain parade seni, di sepanjang jalanan pada kawasan “kota tua” Denpasar itu, juga diwarnai ribuan lampion dan pernak pernik Imlek lainnya yang tergantung di depan deretan pertokoan Gajah Mada. Pemandangan ini sungguh menjadi sebuah wujud akulturasi budaya yang harmonis di Kota Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa hadir langsung pada pembukaan Festival Harmoni Imlek 2577 sore itu, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dan Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya. Tampak pula, Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko serta beberapa undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Wawali Arya Wibawa menyampaikan, hadirnya Festival Harmoni Imlek 2577 yang berlangsung pada 21-22 Februari kali ini menjadi sebuah perayaan berbalut harmonisasi dan toleransi yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbhakam.
Ia juga menyebut, Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen untuk selalu meneguhkan semangat kolaborasi guna menciptakan Kota Denpasar sebagai Kota Toleransi.
“Ini merupakan implementasi spirit kolaborasi dan harmonisasi dalam menjaga keberagaman dan kebudayaan dari beragam etnis di kota Denpasar. Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami juga mengucapkan, Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026, Gong Xi Fa Cai,” ujar Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali Putu Agung Prianta, menyampaikan, perayaan Imlek 2577 tahun 2026 dirancang lebih menarik. Tahun ini, perayaan Imlek juga dirangkaikan dengan HUT ke-238 Kota Denpasar. Selain Pemerintah Kota Denpasar, pihak INTI Bali juga turut menggandeng Puri Agung Jro Kuta, Konco Sing Bie Bio dan elemen masyarakat lainnya.
Agung Parianta kemudian juga menyampaikan, tahun baru Imlek 2577 Kongzili tahun ini sendiri berlambang Tahun Kuda Api. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, perpaduan Shio Kuda dan elemen api dipercaya melambangkan momentum perubahan, pergerakan dan mendorong kemajuan.
“Kita sama-sama berharap energi positif dari Tahun Kuda Api juga dapat semakin membawa perubahan yang baik pada diri kita, dan semakin dapat memajukan Kota Denpasar,” ungkapnya.
Selama 2 hari pelaksanaan Festival Harmoni Imlek, lanjut Agung Parianta, selain penampilan seni dan budaya, masyarakat juga akan disajikan kuliner khas Tionghoa dan Bali dalam kegiatan Bazzar yang berada di Jalan Kartini Denpasar.
“Semoga dalam perayaan Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota Denpasar ini dapat berlangsung inklusif, meriah, serta memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi lokal dan pengembangan pariwisata budaya Kota Denpasar,” katanya. (win/rah)










