“Singgasana Seni Bung Karno” Safira: Kolaborasi Seni, Fashion, dan Penguatan Ekonomi Lokal

Screenshot_20260228_230745_InCollage - Collage Maker
Tak hanya sebagai ajang seni, "Singgasana Seni Bung Karno ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha. Tercatat 22 stan kuliner dan 70 stan UMKM meramaikan pagelaran, dengan target perputaran ekonomi mencapai Rp2,5 miliar dari ribuan pengunjung. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Pagelaran seni bertajuk “Singgasana Seni Bung Karno” berlangsung semarak di The Meru Sanur, Sabtu (28/2/2026). Acara yang digagas Mahagaya Pagelaran Persona (MPP) ini menghadirkan perpaduan unik antara seni pertunjukan, fashion show, hingga pameran produk lokal dalam satu panggung kebudayaan yang sarat nilai ekonomi kerakyatan.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama Prananda Prabowo, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Berita Terkait:  Dari Gerobak Pinjaman ke 21 Gerai: Kisah Putu Agus Bangun Waralaba SUKA Fried Chicken dari Nol

Suasana semakin hidup dengan penampilan musisi ternama seperti Once Mekel dan Krisdayanti, yang berpadu dengan sentuhan etnik dari Gus Teja. Di sisi lain, fashion show menampilkan karya desainer dan perajin lokal yang memadukan nuansa tradisional dengan gaya modern.

Tak hanya sebagai ajang seni, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha. Tercatat 22 stan kuliner dan 70 stan UMKM meramaikan pagelaran, dengan target perputaran ekonomi mencapai Rp2,5 miliar dari ribuan pengunjung.

Berita Terkait:  Perkuat Ekonomi Kerakyatan, KOPMEN Rejeki Gelar RAT dan Festival UMKM Tahun Buku 2025

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, kegiatan ini menjadi momentum memperkenalkan sosok Soekarno dari sisi seni dan budaya.

“Pagelaran ini akan berlanjut ke sejumlah kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, dengan Bali sebagai titik awal,” tandas Koster.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MPP, Diah Safira Prananda, menekankan bahwa ajang ini menjadi panggung bagi desainer lokal untuk menampilkan karya berbasis kearifan lokal. Sebanyak 20 karya ditampilkan, terdiri dari 10 desain pria dan 10 wanita, termasuk koleksi dengan teknik ecoprint yang melibatkan UMKM binaan.

Berita Terkait:  Kadek Suardana dan Taksu dalam Sejarah Teater Bali Modern

“Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bukti nyata sinergi antara seni, budaya, dan penguatan ekonomi lokal,” pungkas Safira. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI