Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster, menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan sektor UMKM lokal dengan cara yang sederhana namun berdampak langsung. Momentum Rahina Tumpek Klurut dimanfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha kecil melalui aksi traktiran kopi dan kuliner bagi masyarakat, Sabtu (3/1).
Ribuan cup kopi dibagikan di sejumlah coffee shop di Denpasar, sementara menu babi guling disediakan di Warung Men Wenci, kawasan Sangeh, Kabupaten Badung. Langkah ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan omzet pelaku UMKM dalam waktu singkat. Terbukti, dua ekor be guling ludes diserbu pengunjung sejak pagi.
Di coffee shop, Gubernur Koster tampak berinteraksi langsung dengan pengunjung yang didominasi generasi muda (yowana). Suasana hangat dan penuh keakraban tercipta, sekaligus menjadi ruang promosi alami bagi pelaku usaha kopi lokal.
Menurut Koster, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekonomi sekaligus melestarikan budaya Bali.
“Melalui momentum Tumpek Klurut ini, kita tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga menggerakkan ekonomi UMKM lokal. Ini bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, perayaan Tumpek Klurut dilakukan secara niskala dan sekala. Secara niskala melalui persembahyangan, sementara secara sekala diwujudkan dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah satu pengunjung, Prama asal Denpasar, mengaku senang bisa menikmati momen tersebut sekaligus merasakan manfaat langsung dari kegiatan yang digagas pemerintah.
“Senang sekali, selain bisa kumpul santai, juga ikut merasakan dampak dari kegiatan ini. UMKM jadi ramai, kami juga ikut menikmati,” ungkapnya.
Koster menegaskan, penguatan UMKM merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri Bali di tengah arus modernisasi. UMKM dinilai bukan hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai ruang kreativitas dan identitas budaya masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Gubernur Koster juga menghadirkan hiburan musik di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar. Kegiatan ini semakin melengkapi upaya menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif di Bali.
“Ini yang harus terus kita jaga bersama, agar ekonomi bergerak, budaya tetap hidup, dan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung,” tutup Koster. (red)











