Rp477 Miliar Digelontorkan untuk Shortcut Singaraja–Mengwitani, Koster Resmikan Pembangunan Paket 1 dan 2

Screenshot_20260307_233730_WhatsAppBusiness
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani melalui kegiatan Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10) Paket 1 dan Paket 2. Kegiatan ini digelar di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Buleleng – Pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani pada Titik 9 dan 10 resmi dimulai dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp477 miliar untuk Paket 1 dan Paket 2. Proyek strategis ini ditandai dengan Upacara Adat Ngeruak dan ground breaking yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Pusat untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan, sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan, efisiensi transportasi, serta kelancaran distribusi logistik.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan percepatan pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi prioritas sejak dirinya kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025. Bahkan dalam hitungan minggu setelah pelantikan, ia langsung bertemu Menteri Pekerjaan Umum guna memastikan kelanjutan pembangunan jalan yang direncanakan dari Titik 1 hingga Titik 12 tersebut.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Koster.

Ia menegaskan bahwa dirinya terus mengawal proses pembangunan mulai dari tahap tender hingga penandatanganan kontrak agar proyek tidak berlarut-larut.
“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan. Setelah semuanya siap, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya.

Berita Terkait:  Data BPS Bicara, Pengamat Sebut pada Kepemimpinan Gubernur Koster Kemajuan Ekonomi Signifikan dan Kemiskinan Terendah sejak Prapandemi

Dalam kesempatan itu, Koster juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung proyek ini, termasuk melalui proses pembebasan lahan agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.

Ke depan, ia mendorong percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12, yang memiliki medan paling berat. Koster menargetkan pembebasan lahan dimulai pada 2026, sehingga konstruksi dapat dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028.
“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” tegasnya.

Nilai Proyek dan Pekerjaan

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Asep Syarif Hidayat, menjelaskan pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Titik 9 dan 10 memiliki total panjang pekerjaan 3,90 kilometer, yang terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

Untuk Paket 1, proyek ini memiliki nilai kontrak Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer serta tiga jembatan dengan total panjang 593 meter yang dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027.

Berita Terkait:  Kodam IX/Udayana Kerahkan Ratusan Personel Bersama Gubernur Koster Bersihkan Pantai Padanggalak

Sedangkan Paket 2 memiliki nilai kontrak sekitar Rp187 miliar. Selain itu, pembangunan lanjutan pada Paket 3 direncanakan dengan nilai kontrak sekitar Rp189,7 miliar.

Asep menjelaskan bahwa kondisi eksisting ruas jalan Singaraja–Mengwitani saat ini memiliki tingkat risiko tinggi karena kelandaian mencapai 27 persen dan banyak tikungan tajam. Kondisi tersebut menyebabkan rata-rata terjadi sekitar 140 kecelakaan setiap tahun dengan 16 korban meninggal dunia.

Melalui pembangunan shortcut dengan perbaikan geometrik jalan, tingkat kelandaian akan diturunkan hingga maksimal 10 persen, jumlah tikungan berkurang drastis, serta waktu tempuh perjalanan dapat dipangkas dari 21,22 menit menjadi hanya 8,61 menit.

“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Bali
Koster menilai pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Menurutnya, sektor pariwisata saat ini menyumbang sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali. Bahkan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah.

Berita Terkait:  Sampah adalah Cermin Kita, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Gubernur

“Kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Namun meningkatnya aktivitas pariwisata juga memunculkan tantangan baru seperti kemacetan lalu lintas dan persoalan sampah. Karena itu, pemerintah akan fokus pada pembangunan konektivitas antarwilayah di Bali.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi,” ujarnya.
Saat ini Pemerintah Provinsi Bali telah membebaskan 316 bidang tanah dengan nilai sekitar Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan beberapa titik shortcut.

Meski demikian, untuk menuntaskan seluruh ruas Singaraja–Mengwitani masih diperlukan pembangunan lanjutan pada Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, serta Titik 11–12 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp512 miliar.

Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali, proyek Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata.  (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI