Gubernur Koster: “Kalau Tidak Ada Desa Adat, Bali Tidak Akan Eksis Seperti Sekarang”

Screenshot_20260312_084005_WhatsAppBusiness
Gubernur Koster saat bertemu dengan para pacalang Desa Adat Buleleng dalam kegiatan penyerahan bantuan seragam pecalang di Setra Desa Adat Buleleng, Sabtu (7/2/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa desa adat merupakan fondasi utama keberlangsungan budaya dan identitas Bali.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu dengan para pecalang Desa Adat Buleleng dalam kegiatan penyerahan bantuan seragam pecalang di Setra Desa Adat Buleleng, Sabtu (7/2/2026).

“Kalau tidak ada desa adat, Bali mungkin tidak bisa eksis seperti sekarang. Ini yang membedakan Bali dengan daerah lain,” tegas Gubernur Koster.

Berita Terkait:  Pertahankan Prestasi Nasional, Pemkab Bangli Gelar Pendampingan Penyusunan LPPD 2025 Bersama Kemendagri

Ia menjelaskan bahwa desa adat memiliki peran penting sebagai penyangga adat, budaya, dan kearifan lokal agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga mengapresiasi pecalang sebagai garda terdepan pengamanan adat sekaligus penjaga harmoni sosial di masyarakat Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI