Barometer Bali |Denpasar — Setahun kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta tak hanya diwarnai capaian penghargaan, tetapi juga penegasan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan Bali ke depan.
Dalam pidato di hadapan DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026), Koster menekankan bahwa berbagai prestasi yang diraih bukan sekadar indikator kinerja, melainkan hasil kerja kolektif seluruh pihak.
“Tentu saja, pencapaian ini adalah berkat adanya kolaborasi yang baik dan dukungan yang kuat dari segenap Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Bali, juga berkat kerja sama Wali Kota/Bupati se-Bali, serta partisipasi para pihak, dan seluruh Krama Bali,” ujar Koster.
Sepanjang tahun pertama, Pemprov Bali mencatat sejumlah capaian strategis, mulai dari opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-12 berturut-turut, hingga predikat provinsi terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Selain itu, Bali juga mendapatkan nilai tinggi dalam reformasi birokrasi serta penghargaan di bidang kesehatan, infrastruktur, dan keterbukaan informasi publik.
Namun, Koster menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia justru menyoroti pentingnya kritik publik sebagai bagian dari proses pembangunan.
“Terhadap kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial, Titiang memandang sebagai suatu kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membangun Bali,” katanya.
Bahkan, Koster secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan selama memimpin.
“Sebagai manusia biasa, Titiang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, salah kata, salah sikap, salah tindakan dalam memimpin pembangunan Bali, oleh karena itu Titiang mohon maaf yang sebesar-besarnya,” imbuhnya.
Lebih jauh, ia kembali menegaskan komitmennya bersama Giri Prasta untuk menjalankan pemerintahan secara total.
“Siap ngayah secara total, lascarya Niskala-Sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Di akhir pidatonya, Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, termasuk generasi muda, untuk memperkuat persatuan dalam mendukung visi pembangunan daerah.
“Agar guyub, kompak, bersatu-padu dalam satu rampak barisan, solid bergerak, berpartisipasi aktif, guna mewujudkan Visi: ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’,” pungkasnya.(Red)











