Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Koster Apresiasi Harmoni Umat Beragama di Bali

Screenshot_20260326_222012_ChatGPT
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Bali atas terjaganya suasana khusyuk dan tertib selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948, sekaligus mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim. (barometerbali/red/ilustrasi ai)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Bali atas terjaganya suasana khusyuk dan tertib selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948, sekaligus mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim.

Momentum berdekatan dua hari besar keagamaan ini dinilai menjadi simbol nyata kuatnya toleransi dan kebersamaan di Gumi Bali.

Dalam pernyataannya di Denpasar, Kamis (26/3/2026), Koster menegaskan pelaksanaan Nyepi yang berlangsung selama 24 jam, mulai 19 Maret 2026 pukul 06.00 Wita hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita (Ngembak Geni), berjalan dengan sangat tertib, hening, dan tanpa pelanggaran berarti.

Berita Terkait:  Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Bupati Satria Tekankan Kesiapan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri

Menurutnya, Nyepi merupakan warisan luhur leluhur Bali yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga mencerminkan kesantunan hidup masyarakat Bali dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta.

“Sebagai Gubernur Bali, titiang (saya, red) menyampaikan terima kasih kepada sameton Krama Bali yang telah menjaga kekhusyukan Nyepi dengan penuh disiplin dan khidmat,” ujar Koster.

Tak hanya itu, Koster juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H kepada umat Muslim yang telah menuntaskan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh dan merayakan Idul Fitri dengan tertib serta penuh makna.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Minta BWS Segera Gelontor Sungai di Banjar untuk Cegah Banjir Susulan

Secara khusus, Gubernur Bali memberikan apresiasi tinggi kepada umat Muslim di Bali yang melaksanakan takbiran di rumah masing-masing saat bertepatan dengan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret 2026. Sikap tersebut dinilai sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama yang patut dijaga bersama.

“Ini merupakan bentuk nyata toleransi yang sangat indah dalam menghormati Hari Suci Nyepi demi mewujudkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan bersama di Gumi Bali yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Berita Terkait:  Tak Sekadar Gratis, Pegadaian Denpasar Beri Souvenir dan Doorprize untuk 250 Pemudik

Koster juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus merawat semangat menyama-braya, menjaga persatuan, serta memperkuat keharmonisan sosial demi menciptakan Bali yang aman, nyaman, damai, dan kondusif.

Ia menegaskan, kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara niskala (spiritual) dan sakala (nyata). (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI