Barometer Bali | Denpasar -Anggota DPR RI Komisi III asal Bali Nyoman Parta mempertanyakan kejelasan tentang penggerebekan dan penangkapan Narkoba di sebuah tempat hiburan malam bernama New Star (NS) di Bali.
“Saya cermati, kasus itu semakin tidak jelas ujung pangkalnya. Penggerebekan narkoba dilakukan tidak diketahui oleh aparat yang di Bali sebab langsung dari Mabes Polri. Ini sama dengan kasus yang soal laboratorium dan pabrik narkoba yang di Gianyar, aparat setempat juga tidak mengetahuinya,” ujarnya saat bertemu sejumlah awak media di Gianyar, Jumat (27/3/2026) siang.
Bukan hanya itu. Politisi senior asal Gianyar tersebut juga mempertanyakan kelanjutan dari penangkapan tersebut. Sebab sampai saat ini tidak ada pengumuman siapa saja yang sudah menjadi tersangka dan ditahan di mana saja.
“Sampai saat ini juga kita atau publik mengetahui, siapa saja tersangka, berapa orang, siapa saja, ditahan di mana saja. Berita tentang hal ini juga sangat minim, informasinya sangat sedikit. Ini penting agar Bali bisa bebas narkoba. Ada efek jera,” ujarnya.
Transparansi informasi ke publik sangat penting untuk meminimalisir berbagai dugaan dan asumsi publik, dimana tempat hiburan malam di Bali wajib bebas narkoba. Jangan sampai tempat hiburan malam yang satu digerebek habis-habisan sementara yang lain dibiarkan begitu saja.
Aparat penegak hukum diminta bebas dari berbagai kepentingan bisnis tempat hiburan malam di Bali.
“Masa Polda Bali tidak terlibat, BNN Provinsi Bali juga tidak dilibatkan. Yang turun malahan dari Mabes Polri,”katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menggerebek sebuah tempat hiburan malam di Bali berinisial NS di kawasan Denpasar Barat, Minggu, 15 Maret 2026 dini hari lalu. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan belasan orang, salah satunya adalah manager NS berinisial SB dengan barang bukti ribuan butir ekstasi.
Tempat hiburan malam tersebut terletak di Jalan Gunung Soputan dan sudah menjadi Target Operasi (TO) Mabes Polri karena ditenggarai sebagai salah satu tempat peredaran gelap narkotika. Dugaan ini bukan tanpa alasan, karena beberapa tahun lalu Polresta Denpasar menangkap seorang bandar di tempat hiburan malam ini dengan barang bukti ribuan butir ekstasi. Informasi yang berkembang, NS sudah menjadi target operasi Mabes Polri karena sering terjadi peredaran Narkoba.
Dalam penggerebekan tersebut, belasan orang yang diamankan beserta sang manager tempat hiburan itu diamankan di dalam sebuah room yang diduga kuat mereka sedang berpesta narkoba. Sebab, dari dalam room itu ditemukan ribuan butir ekstasi. Narkotika sebanyak itu, kabarnya akan diedarkan di tempat huburan malam itu dari room ke room. Kenapa manager ini diamankan? Karena katanya dialah yang bekerjasama dengan bandarnya untuk peredaran narkoba di NS. Jadi ada beberapa orang yang bertugas untuk edar dari room ke room.
Belasan orang yang diamakan tersebut, dibawa ke Mapolda Bali untuk menjalani pemeriksaan. Namun belum diketahui berapa orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka hingga saat ini. Hingga saat ini Polda Bali pun tidak menjelaskan perkembangan kasus tersebut. (Red)










