BPS 2025: Bali Unggul dari Jawa Barat di Ekonomi, Kesejahteraan, dan Kualitas SDM

Screenshot_20260411_162335_ChatGPT
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan capaian ini memperlihatkan pemulihan ekonomi Bali berlangsung kuat dan stabil pascapandemi serta didukung sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali mencatat capaian kinerja pembangunan yang positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Tahun 2025, mayoritas indikator makro pembangunan menunjukkan posisi Bali unggul dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Barat, terutama pada aspek pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, penurunan pengangguran, hingga kualitas pembangunan manusia.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa capaian indikator makro tersebut merupakan hasil kerja terintegrasi seluruh komponen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjalankan arah pembangunan Bali berbasis visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Capaian indikator makro pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat baik dan membanggakan. Ini bukan hanya angka statistik, tetapi refleksi nyata dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat Bali dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, menekan kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” ujar Koster.

Berita Terkait:  Buka Festival Basketball, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Bangun Mental Juara dan Sportivitas

Pertumbuhan Ekonomi Bali Lampaui Jawa Barat dan Nasional 

Berdasarkan data BPS Provinsi Bali tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat (5,32 persen) dan nasional (5,11 persen). Capaian ini memperlihatkan pemulihan ekonomi Bali berlangsung kuat dan stabil pascapandemi serta didukung sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Selain itu, pendapatan per kapita Bali mencapai Rp72,7 juta, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat yang sebesar Rp59,9 juta.

“Pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap tinggi menunjukkan bahwa strategi pembangunan berbasis budaya, pariwisata berkualitas, dan penguatan ekonomi kerakyatan berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegas Koster.

Ketimpangan, Kemiskinan, dan Pengangguran Termasuk Terendah Nasional

Indikator pemerataan ekonomi Bali juga menunjukkan capaian menggembirakan. Gini Ratio Bali tercatat 0,333, lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (0,397) maupun nasional (0,363), yang menandakan tingkat ketimpangan relatif lebih kecil.
Sementara itu, persentase penduduk miskin Bali hanya 3,42 persen, jauh di bawah Jawa Barat (6,78 persen) dan nasional (8,25 persen).

Berita Terkait:  Optimalkan Kesejahteraan Tenaga Kerja, Wabup Tjok Surya Buka Festival Karier Semarapura

Yang paling menonjol, tingkat pengangguran terbuka Bali sebesar 1,45 persen, termasuk salah satu yang terendah di Indonesia.

“Keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran merupakan prioritas utama pembangunan Bali. Pemerintah memastikan pertumbuhan ekonomi harus dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat,” kata Koster.

Kualitas SDM Bali Terus Meningkat 

Capaian Bali juga terlihat pada indikator kualitas pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali mencapai 79,37, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat dan nasional yang sama-sama berada pada angka 75,90.

Selain itu, angka stunting Bali tercatat 8,7 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (15,9 persen) dan nasional (19,8 persen).

Berita Terkait:  Dukung HUT ke-7 Forum BPD, Wabup Tjok Surya: BPD Adalah Pilar Strategis Tata Kelola Desa

Sementara umur harapan hidup masyarakat Bali mencapai 75,46 tahun, relatif sebanding dengan Jawa Barat (75,53 tahun) dan lebih tinggi dibandingkan nasional (74,47 tahun).

“Pembangunan Bali tidak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi fondasi utama menuju Bali Era Baru yang berdaya saing dan berkelanjutan,” jelas Koster.

Bali Perkuat Posisi sebagai Daerah dengan Pembangunan Berkualitas

Secara keseluruhan, data indikator makro pembangunan tahun 2025 yang bersumber dari BPS Provinsi Bali menegaskan bahwa Bali unggul pada sebagian besar indikator strategis dibandingkan Jawa Barat maupun rata-rata nasional.

Capaian tersebut memperkuat posisi Bali sebagai salah satu provinsi dengan kualitas pembangunan yang inklusif, merata, dan berorientasi jangka panjang sesuai arah pembangunan daerah berbasis nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI